- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
KPK RI, Pj Bupati Kampar Buka Bimtek Desa Anti Korupsi di Desa Pulau Gadang

Teks Foto KPK RI, Pj Bupati Kampar Buka Bimtek Desa Anti Korupsi di Desa Pulau Gadang
XIII KOTO KAMPAR,Vokalonline.Com-
Pj Bupati kampar Kegitan Bimbingan Teknis Progran Desa
Anti Korupsi di Balai Adat Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, Rabu
(26/7/2023).
Sebanyak 22 Desa dan 22 Provinsi se Indonesia, Desa
Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau termasuk
salah satu dalam nominasi Desa Anti Korupsi.
Tagline yang diangkat dengan tagline bermuatan lokal
yakni,Jadikan Pemerintah Desa jo Masyarakat nan Barmarwah Supayo Terwujudnyo
Desa Anti Korupsi.
Dengan demikian, Pj Bupati Kampar H Muhammad
Firdaus,SE,MM menyampaikan agar jadikan Pemerintah Desa jo Masyarakat nan
Barmarwah Supayo Terwujudnyo Desa Anti Korupsi.
Dalam bimtek tersebut, hadir langsung Direktur
Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kemendes PDTT RI Bapak Lutfi Latif, Inspektur
Febrinaldi Tridarmawan, S.TP, M.Si, Kadis PMD Lukmasyah Badoe, Camat XIII Koto
Kampar Zulfikar, S.Ag, Kepala Desa Pulau Gadang Sofyan, Ketua BPD, LPM, Alim
ulama dan tokoh adat serta tokoh masyarakat.
Lebih lanjut, sebelum penandatangan komitmen bersama.
Firdaus juga menyampaikan bahwa dalam mewujudkam Desa Anti korupsi ini tidak
mudah, apalagi untuk meraih penghargaan juara ditingkat Nasional dari Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Namun apabila tekat dan niat kita bersama untuk maju,
semua ini tidak mustahil kita raih. Hal ini yang utama kita lakukan. adalah
mengurangi, menghindari atau menjahuhi gratifikasi, dalam hal ini baik
gratifikasi dengan uang maupun dengan barang.
Sekali lagi, semua ini tergantung kita semua, bagaimana
kita bisa menjadikan yang terbaik atas peluang untuk menjadikan Desa kita ini
mendapat prestasi atau penghargaan ditingkat Nasional dari KPK RI terkait Desa
Anti Korupsi."ucap Furdaus".
Dengan demikian, melalui bimtek ini Firdaus mengajak
terutama Kepala desa adan perangkat. Bahwa dengan anggaran besar yang telah
dikucurkan pemerintah untuk desa, ini bisa hendaknya di mamaafkan sebaik
mungkin oleh desa untuk masyarakat guna mengurangi kemiskinan.
Untuk itu, Iktuti apa yang disampaikan oleh pemateri
dari tim KPK dan BPK serta Kementerian Desa PDTT terkait bagaimana pengolahaan
dana desa, maupun dana lainnya yang dikucurkan pemerintan.
Terakhir, Firdaus berharap semoga setelah melalui
Bimtek ini, Evaluasi, Penilaian serta berujung nantinya kita ke Jakarta untuk
meraih Penghargaan."tutup Firdaus".
Sementara itu, Ketua Tim Rombongan KPK RI Bapak
Nurcahyadi Falam dalam arahan singkatnya, menyampaikan apresiasi kepada unsur Pemerintah Daerah
Kampar dan Desa Pulau Gadang untuk upaya yang dilakukan dalam menjadikan Desa
ini Desa Anti Korupsi dan Desa lainnya nanti.
Untuk diketahui, pada tahun 2023 satu-satunya Desa di
Provinai Riau sebagai nominasi desa Anti Korupsi. Dimana progran ini didukung
oleh tiga Kementrian, pertama Kementrian Desa, Kemwmentrian Dalam Negeri serta
Kementerian Keuangan.
Walaupun saat ini Pemerintah telah menganggarkan Ro 400
Triliun lebih dana untuk desa, dari tahun 2015-2023 angka korupsi Desa naik
dari 851 kasus menjadi 973 kasus bagi Kades dan apartur Desa.
Makanya saat ini tercatat masih banyak terdapat masyarakat miskin. Untuk di ketahui saat ini masyarakat miskin berkisat anggka 12,3% dari target pemerintah hanya 8,5 -9%.
Berita Terkait :
- Kajari Kampar Lantik Haza Putra, Segera Jalin Sinergitas Dengan Stakeholder0
- Pj Sekda Kampar Buka Secara Resmi Konferensi Kerja ke III PGRI Kabupaten Kampar0
- Kapitra Ampera, Berjuang untuk Sedih yang Tiada Usai0
- Kapitra Ampera, Riau Itu Wangi Karena Kaya 0
- Jerami Dari Petani di Kecamatan Kampa, Bisa di Jadikan Pupuk Organik 0
_Black11.png)









