- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
4 Pangeran Saudi yang Dipenjara di Era Pemerintahan MbS

VokalOnline.Com-- Sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) menjalani pemerintahan Arab Saudi sejak 2017 lalu, sederet ulama bahkan keluarga kerajaan mendekam di penjara.
MbS tak ingin kebijakan dan visinya diganggu gugat. Ia sedang sibuk-sibuknya mereformasi Saudi menuju negara terbuka atau moderat sesuai visi 2030.
Visi 2030 merupakan kerangka strategi dan misi Saudi mengurangi ketergantungan negara pada minyak sebagai sumber utama pemasukan.
Mereka mendiversifikasi ekonomi dan mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata.
Namun, di tengah gebrakan Saudi tampaknya hanya ingin dianggap terbuka terhadap dunia luar. Namun, dalam hal kebebasan berpendapat tak mendapat ruang barang cuma sejengkal.
1. Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud
Abdullah menjadi sorotan usai Arab Saudi menjatuhkan vonis 30 tahun penjara pada Agustus lalu.
Ia ditangkap pada 2020 karena ketahuan membahas keponakannya yang ditahan. Sebelum Abdullah ditahan, ia berbincang dengan kerabatnya melalui telepon di Amerika Serikat.
Percakapan telepon itu ternyata didengar intelijen Saudi. Pihak kerajaan kemudian meminta dia pulang ke kampung halaman lalu menahan Abdullah.
Mulanya, Saudi memvonis hukuman bagi Abdullah 20 tahun penjara. Namun, beberapa bulan lalu, hukuman itu bertambah sepuluh tahun menjadi 30 tahun.
2. Pangeran Salman bin Abdulaziz
Saudi juga menahan Pangeran Salman bin Abdulaziz dan ayahnya pada Januari 2018 lalu. Mereka berdua dituduh berkhianat kepada MbS.
Menurut salah satu sumber, Saudi menahan mereka di sebuah rumah di Riyadh dan mengerahkan puluhan polisi untuk menjaganya, demikian laporan The Times.
Pangeran Salman sendiri tak tertarik dengan politik. Ia lebih fokus terhadap pekerjaan filantropi, termasuk mendanai proyek pembangunan di negara miskin.
3. Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz
Pangeran Ahmed juga mengalami nasib nahas masuk bui. Ia ditahan karena dugaan pengkhianatan pada 2020 lalu.
Penahanan ini memicu tuduhan bahwa MbS ingin menyingkirkan orang-orang yang berisiko menghalangi jalan dia.
4. Pangeran Mohammed bin Nayef
Pangeran Mohammed juga ditahan dengan alasan yang sama seperti Pangeran Ahmed. Ia dituding melakukan makar terhadap MbS.
Saudi menangkap Pangeran Mohammed pada 2020 lalu.
Sebelum ditangkap, Raja Salman dilaporkan sempat memilih ia untuk menjadi putra mahkota dan penerus takhta.
Namun, dua tahun kemudian MbS selaku anak kandung Raja Salman merebut takhta.**Syafira
Berita Terkait :
- Rusia Ancam Israel jika Pasok Senjata ke Ukraina0
- Korut Bantah Pasok Senjata ke Rusia: AS Ingin Musuhi Kami0
- Bukan Elon Musk, Simak Sosok yang Minta Maaf usai PHK di Twitter0
- Asteroid Pembunuh Planet Ditemukan usai Lama Disembunyikan Matahari0
- Siapa yang Buat Bitcoin dan Seberapa Kaya Dia?0
_Black11.png)









