- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
5 Persen Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19

Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, VokalOnline.Com - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat mencatat setidaknya lima persen dari tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas tingkat kelurahan dan kecamatan, serta RSUD masih menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19.
"Saat ini sekitar lima persen nakes kita di sejumlah puskesmas kelurahan, kecamatan, dan rumah sakit umum daerah terpapar Covid-19," kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari, Selasa (8/2).di lansir dari cnn indonesia.
Erizon menjelaskan para nakes menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Apalagi, kasus Covid-19 di Jakarta Pusat terus mengalami kenaikan hingga terakhir mencapai sekitar 5.000.
Namun demikian, para nakes tetap memberikan pelayanan yang optimal di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di puskesmas maupun RSUD.
"Jika nakes di puskesmas itu ada yang Covid-19, bukan berarti pelayanan di sana terhenti. Kepala puskesmas yang bisa menilai apakah puskesmas tersebut masih bisa beroperasi atau dialihkan ke fasilitas kesehatan lain," kata Erizon.
Salah satu puskesmas yang terpaksa menutup sementara pelayanan kesehatan dan pengobatan karena terbatasnya jumlah nakes adalah Puskesmas Kelurahan Kebon Sirih.
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng Rusmala Dewi mengatakan setidaknya ada tiga tenaga kesehatan yang harus melakukan isolasi sementara sehingga pelayanan dan pengobatan di Puskesmas Kebon Sirih harus ditutup sementara.
Layanan kesehatan dan pengobatan pun dialihkan ke Puskesmas Kecamatan Menteng hingga sepekan mendatang.
Namun, Puskesmas Kebon Sirih tetap beroperasi hanya untuk melayani vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk warga yang sudah mendaftar.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Prajurit TNI di Kupang Jadi Tersangka Pengeroyokan Nenek hingga Tewas0
- Mati Ketawa Ala Netizen0
- Erick Thohir : Indonesia Harus Jadi Produsen Bukan Konsumen Energi Hijau0
- Yusrizki: Indonesia Harus Jadi Electro State0
- Menuju Era Energi Hijau, Anggawira: Perlu Percepatan Transfer Teknologi Dan Inovasi Energi Terbaruka0
_Black11.png)









