- Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Remaja: Dampak Jangka Panjang pada Otak dan Kesehatan Mental
- ASITA Riau Harap PLT Gubernur Riau Bisa Realisasikan Bandara Udara Baru di Riau
- Business Matching: Rakerda ASITA Riau Hadirkan Pengusaha Wisata Malaysia 2026
- Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran; Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domes
- Parisman Ihwan Resmi Buka Forki Riau Open Championship
- Peresmian Kantor SpektrumID.com: Langkah Baru PT Delif Mitra Sejahtera dalam Dunia Digital
- HUT ke-55 ASITA: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
- Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
- Bupati Asmar Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Kerukunan Sebagai Energi Pembangunan
- Polres Inhil Gelar Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 Dukung Swasembada Pangan
Akses Vital Terputus, Pemuda Kritik Pembangunan Jembatan Seberang Pebenaan Tanpa Jalur Darurat

Proses pembangunan jembatan seberang pebenaan
INHIL, VokalOnline.com - Proyek pembangunan jembatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Desa Seberang Pebenaan menuai sorotan dari masyarakat setempat.
Salah satu warga Fitrawir Armadani, yang menyayangkan kurang matangnya perencanaan teknis di lapangan. Fitrawir atau sering disapa dengan Bung Doni ini menilai pihak pelaksana proyek dan Dinas PUPR alpa dalam memikirkan dampak sosial, terutama terkait tidak adanya fasilitas jembatan darurat selama proses pengerjaan berlangsung.
"Jembatan ini adalah urat nadi penghubung Terusan jalan penunjang Kota Baru menuju Pulau Kijang. Sangat disayangkan pihak Dinas PUPR tidak ada persiapan membuat jembatan darurat," ungkap Doni Fitra kepada awak media, (13/12/2025)
Menurutnya, ketiadaan akses alternatif tersebut berakibat fatal. Saat ini, baik kendaraan roda dua susah untuk melintas harus dibantu oleh warga sekitar sedangkan untuk roda empat tidak bisa melintas sama sekali.
Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga lumpuh total dan distribusi barang antar wilayah menjadi terkendala.
"Masyarakat jadi susah untuk melintas, akses barang maupun orang terhambat. Seharusnya sebelum bongkar, akses darurat sudah siap. Jangan masyarakat yang dikorbankan," tegasnya.
Donni Fitra mendesak agar Dinas PUPR Inhil segera turun tangan memberikan solusi taktis agar akses vital masyarakat Keritang dan sekitarnya ini bisa kembali berfungsi sementara waktu.
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









