- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
Anggota DPR PKS Apresiasi Langkah Prabowo Ringankan Beban UMKM dan Petani

Jakarta, VokalOnline.Com - Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Komisi VII, Hendry Munief, menilai momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat istimewa karena diwarnai kepemimpinan nasional yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi.
Hal ini ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Pembukaan Masa Sidang I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum’at (15/8/2025).
Menurut Hendry, semangat nasionalisme Presiden Prabowo Subianto tercermin dari sejumlah kebijakan yang berpihak pada rakyat, termasuk penghapusan beban tanggungan bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan.
“Satu momentum yang sangat luar biasa karena di momentum ini kita punya seorang presiden yang memiliki jiwa nasionalisme yang sangat luar biasa. Ini terbukti dengan beberapa kebijakan beliau yang menghapuskan tanggungan UMKM, petani, dan nelayan,” ujarnya.
Hendry menekankan peran vital UMKM yang jumlahnya mencapai 65 juta pelaku di seluruh Indonesia, menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia meyakini sektor ini mampu menjadi motor penggerak untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita tahu dari PDB, 61 persen disumbangkan oleh UMKM. Ini bisa menjadi faktor yang membangun pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana yang dicita-citakan oleh Pak Presiden Prabowo dalam pidato pertamanya,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian mitra Komisi VII, sektor perindustrian, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga lembaga seperti BSN, DPR, dan Kantor Berita Antara untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem yang kuat bagi UMKM.
“Kolaborasi ini yang perlu kita bangun untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita punya 20 tahun ke depan, dan kita sangat berharap, insya Allah, saat itu kita bisa mencapai Indonesia Emas yang benar-benar memajukan bangsa di masa depan,” pungkasnya.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









