- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
Anies Ungkap Biang Kerok Negara Bisa Kena Jebakan Kelas Menengah

Bakal calon presiden Anies Baswedan mengungkap biang kerok sebuah negara dapat terperangkap dalam jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.
Jakarta, VokalOnline.Com - Bakal calon presiden Anies Baswedan mengungkap biang kerok sebuah negara dapat terperangkap dalam jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.
Menurutnya, middle income trap bisa menjerat sebuah negara karena institusi politik menghasilkan kebijakan yang tak mencerminkan kepentingan publik, melainkan partai politik dan kelompok politik di dalam pemerintahan.
"Hal tersebut menjadi alasan mengapa beberapa negara terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah. Saya pikir kita perlu mengatasi hal itu," kata Anies dalam acara 11th US-Indonesia Investment Summit di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).
Awalnya, Anies menyoroti pendanaan partai politik hingga pendanaan pemilu. Ia menyebut banyak negara demokrasi di seluruh dunia telah berurusan dengan masalah itu.
Mereka memiliki pendekatan yang berbeda untuk memecahkan masalah tersebut.
Sementara, menurut dia, Indonesia tak menyentuh masalah tersebut karena belum melakukan reformasi. Anies berpendapat bahwa hal itu adalah satu satu reformasi kebijakan utama yang perlu dikedepankan dan dijalankan.
"Tanpa menangani masalah ini, kita akan selalu memiliki inkonsistensi kebijakan, kita akan selalu dihadapkan pada kepentingan politik yang saling terkait dengan pembuatan kebijakan," lanjut dia.
Selain itu, Anies juga menyinggung soal meritokrasi. Ia mengingatkan bahwa meritokrasi penting untuk menciptakan semangat keterbukaan, kompetisi terbuka, dan optimisme.
"Tidak hanya di bidang birokrasi, tetapi meritokrasi di setiap aspek. Kami ingin agar semangat meritokrasi ini kembali muncul di Indonesia. Kita pernah mengalaminya beberapa tahun yang lalu, dan kami ingin hal itu terjadi kembali," ucap Anies lebih lanjut.(fit)**
Berita Terkait :
- Prabowo: Semua Partai Termasuk PDIP Ada Dinasti Politik0
- Batas Usia Capres-Cawapres Kembali Digugat ke MK0
- Kaesang PSI ke Prabowo-Gibran: Kalau Ada yang Fitnah Jogetin Saja0
- Prabowo: Saya Tidak Ragu, Saya Bangga Tim Joko Widodo0
- PM Anwar Ibrahim Bertemu Erdogan, Bahas Palestina Sampai 2 Jam0
_Black11.png)









