- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Belasan Murid SD Keracunan Permen di Inhil

Sampel permen yang dibawa BBPOM Pekanbaru untuk diuji laboratorium.
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Belasan murid di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, keracunan. Mereka mendapatkan perawatan medis setelah mengkonsumsi sebuah permen berbentuk buah-buahan.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) sudah meminta orang tua untuk selektif jajanan. Anak-anak juga diminta tidak membeli permen tersebut hingga uji laboratorium keluar.
Kepala BBPOM di Pekanbaru Yosef Dwi Irwan menyebut pihaknya telah melakukan investigasi komprehensif terkait permen ini. Permen diambil untuk diuji di laboratorium.
"Loka POM di Indragiri Hilir sudah melakukan itu," kata Yosef, Rabu siang, 14 September 2022.
Yosef mengakui permen tersebut sudah punya izin edar. Namun ada pengawasan post market untuk memeriksa sarana, sampling dan pengujian produk kepada produsen, distributor hingga retail.
Post market sesudah izin edar wajib mengimplementasikan cara produksi pangan olahan yang baik dan cara peredaran yang baik untuk jaminan mutu dan keamanan pada setiap tingkatan.
"Apabila berdasar pengawasan post market ditemukan ketidaksesuaian maka dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Yosef.
Yosef menjelaskan, uji laboratorium yang dilakukan adalah pengujian mikrobiologi. Pihaknya menguji inkubasi permen dalam jangka waktu tertentu.
"Mudah-mudahan dalam minggu ini ada hasilnya, kalau tidak ada hasil diulang lagi," kata Yosef.
Sebagai informasi, ada 18 murid SD pada Senin lalu keracunan. Para murid itu mengalami mual dan muntah setelah mengaku mengkonsumsi permen berbentuk buah.
Kapolres Indragiri Hilir Ajun Komisaris Besar Norhayat menjelaskan, makanan yang meracuni berada murid SD itu bernama permen lunak buatan China.
"Pelajar tersebut diduga keracunan dengan gejala sakit kepala, perut, dan kembung setelah mengkonsumsi makanan jenis permen merk Permen Lunak," jelasnya.
Setelah mendapat laporan pelajar keracunan, Kapolsek Gaung, Iptu H Simarmata langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat. (syu)
Berita Terkait :
- Polresta Kerahkan Ratusan Ciptakan Pekanbaru Aman0
- Polres Meranti Tahan Mantan Kades Korupsi0
- Polisi Kesulitan Temukan Alat Bukti0
- Sudah Ada Titik Terang Polisi Segera Ungkap Kematian ASN di DPRD Riau0
- Kapolda Riau Suport Penuh Kejurda Inkanas 2022 Merupakan Kejurda Besar di Riau0
_Black11.png)









