- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Polres Meranti Berhasil Sikat 27 Kg Sabu Berserta Dua Kurir Internasional di Perairan Selat Akar
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Biden Disebut Akui Rudal Ukraina yang Hantam Polandia

VokalOnline.Com-- Presiden Amerika Serikat Joe Biden disebut mengatakan kepada negara G7 dan Organisasi Pakta Negara Atlantik Utara (NATO) bahwa ledakan di perbatasan Polandia disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina.
Hal itu diungkap oleh seorang pejabat NATO kepada Reuters pada Rabu (16/11).
Dalam jumpa pers di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Biden juga mengatakan kepada wartawan bahwa rudal yang menghantam desa di Polandia dan menewaskan dua orang itu mungkin bukan ditembakkan dari Rusia.
Insiden itu memicu sejumlah pemimpin negara anggota G20 yang tergabung dalam G7 segera menggelar rapat darurat di Nusa Dua untuk mendiskusikan langkah selanjutnya merespons serangan ke Polandia.
Semula, serangan rudal itu diduga kuat berasal dari Rusia. Namun, G7 dan NATO saat itu belum bisa memastikannya dan sepakat mendukung penyelidikan terhadap serangan ke Polandia.
G7 dalam pernyataannya usai rapat darurat tetap mengutuk serangan rudal Rusia ke Ukraina yang terjadi di hari yang sama saat serangan ke Polandia berlangsung.
Sementara itu, Rusia membantah keras bahwa rudal itu ditembakkan oleh pasukannya. Moskow menuding Barat dan Ukraina ingin memperkeruh ketegangan di tengah invasinya ke Ukraina yang belum juga usai.
Polandia merupakan salah satu anggota Aliansi pertahanan Organisasi Traktat Negara Atlantik Utara (NATO). Karenanya, Polandia dapat mendapat dukungan penuh dari NATO, dalam hal persenjataan hingga pasukan apabila diserang.
Setiap anggota NATO juga terikat dengan Pasal 5 traktat tersebut yang berisikan soal payung pertahanan bersama. Artinya,setiap serangan militer yang menerjang salah satu anggota juga diartikan menyerang seluruh anggota.
Dengan begitu, Rusia bisa terlibat konflik yang lebih luas bahkan risiko perang terbuka dengan NATO jika serangan rudal yang menghantam Polandia terbukti berasal dari mereka.
Presiden Volodymyr Zelensky meminta sekutu Ukraina untuk berbagi "semua data" terkait rudal yang mendarat di Polandia. Permintaan itu disampaikan setelah Zelensky ngotot rudal itu berasal dari Rusia, bukan tentara Ukraina.
"Kami ingin menyusun semua detail, setiap fakta. Itu sebabnya kami membutuhkan... akses ke semua data yang dimiliki mitra kami dan lokasi ledakan," kata Zelensky dalam pidato pada Rabu (16/11) malam.
Dalam kesempatan itu, ia juga meyakini rudal tersebut bukan berasal dari militer Ukraina.**Syafira
Berita Terkait :
- Isi Bocoran Pembicaraan yang Diduga Bikin Xi Marah ke Trudeau di Bali0
- Harga Kripto Kompak Kebakaran0
- Deklarasi G20 Disahkan, Kompak Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina0
- Erdogan soal Rudal Hantam Polandia: Hormati Rusia, Perlu Investigasi0
- G7-NATO Kutuk Serangan Biadab Rudal Rusia ke Ukraina saat KTT G200
_Black11.png)









