- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
Cengkeraman Mercedes-Benz hingga Diisukan Gabung ke Indomobil Grup

Jakarta, VokalOnline.Com - Sudah lebih dari 50 tahun Mercedes-Benz menjadi bagian dari keluarga di Indonesia. Cengkeraman merek mobil asal Eropa sudah terlalu kuat dan menjadi top of mind masyarakat untuk segmen mobil premium.
Cerita Mercedes-Benz ini dimulai sejak 1894 saat mobil pertama yaitu Benz Victoria Phaeton tiba di pulau Jawa. Mobil ini dipesan sultan Soerakarta - sekarang Solo - Pakoe Boewono X dari Pröttle & Co, sebuah perusahaan yang berlokasi di Passer Besar di Surabaya.
Benz Victoria Phaeton kemudian diimpor dari Eropa dan bernilai 10.000 Gulden. Kendaraan tersebut, memiliki tenaga 5 hp, mesin satu silinder 2.000 cc dan dilengkapi ban karet yang keras.
Sementara itu mobil Daimler baru lainnya hadir 13 tahun kemudian, yakni 1907. Kendaraan tersebut bernama Britze Daimler, yang ditenagai mesin 4-silinder 45 hp. Mobil ini juga milik Pakoe Boewono X.
Pada 1934, Mercedes-Benz Tipe 500 K yang menggunakan supercharger juga masuk ke Indonesia. Namun bisnis otomotif Mercedes-Benz yang sebetulnya belum dimulai saat itu.
Baru pada 1970, merek Mercedes-Benz resmi berdiri melalui PT Star Motors Indonesia, yang merupakan hasil joint venture antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas. Perusahaan ini - didirikan sebagai agen tunggal produk Daimler-Benz di Indonesia.
Lalu pada tahun yang sama, pabrik perakitan PT German Motor Manufacturing dibangun untuk produksi produk Daimler-Benz.
Setahun kemudian, pabrik di Tanjung Priok, Jakarta, memulai produksi massal kendaraan komersial, Mercedes-Benz 911. Produksi truk kemudian diikuti oleh perakitan bus dan mobil penumpang.
Dua tahun kemudian, PT German Motor Manufacturing memulai produksi Mercedes-Benz 200, 240 D dan 280 dari seri kendaraan W 115.
Untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan niaga, Mercedes-Benz mulai beroperasi di pabrik perakitan lokal baru yang berlokasi di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat pada 1982.
Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, merupakan perakitan lokal PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing di Indonesia. Saat ini pabrik itu telah merakit mobil penumpang (tipe C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor), dan sasis bus.
Pemisahan 2 divisi
Dari sana, semua unit bisnis Mercedes-Benz baik penumpang dan komersial dipegang perusahaan yaitu Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).
Baru pada 2018, Mercedes-Benz kemudian membedakan dua unit bisnis tersebut sehingga MBDI hanya terfokus pada model kendaraan penumpang, sementara komersial dipegang Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI).
Strategi itu dikatakan untuk menguatkan fokus bisnis kendaraan niaga di dalam negeri, mempercepat pengambilan keputusan, hingga lebih fleksibel memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dikaitkan dengan Indomobil
Nyaris empat tahun berjalan, ada isu baru bergulir yang menyebutkan Mercedes-Benz, khususnya divisi kendaraan penumpang sedang mencari rekanan bakal melanjutkan bisnis otomotif di Tanah Air. Isu ini yang kemudian dikaitkan dengan Indomobil Grup sebagai calon mitra dari merek premium tersebut.
Indomobil Grup, merupakan salah satu perusahaan raksasa otomotif di dalam negeri yang membawahi sejumlah merek otomotif. Perusahaan ini menjadi berbagai unit bisnis mulai dari retail hingga manufaktur.
Saat ini Indomobil memiliki beberapa unit merek otomotif mulai dari kelas menengah hingga premium. Terbaru atau pada 2021, Indomobil telah mengambil alih bisnis merek Jaguar Land Rover, lalu tahun ini merilis merek Citroen, dan 2023 akan dimulai dengan Harley-Davidson.
Belakangan,salah satu petinggi Indomobil Grup yang namanya enggan disebutkan membenarkan mengenai kabar tersebut.
Ia mengakui Mercedes-Benz tengah mencari rekanan untuk melanjutkan bisnis di Indonesia.
"Jadi Mercedes-Benz lagi cari partner. Ya mereka lagi tengok kanan kiri mana yang mana oportunitinya," kata sumber kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/10),dilansir dari cnn indonesi.
Lebih lanjut, ia mengakui untuk memperoleh bisnis dari Mercedes-Benz sebetulnya bukanlah perkara mudah. Sebab, kata dia merek itu sudah cukup kuat di dalam negeri melalui investasi dan nama besarnya.
Belum lagi, ia mengatakan pola bisnis industri otomotif Indonesia ke depan mungkin akan berubah dengan arahan pemerintah terkait kendaraan listrik.
"Makanya belum dapat diperkirakan perkembangannya. Belum apa-apa karena memang tidak segampang itu," ujar dia.
Secara terpisah, Head of Sales Operations and Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Kariyanto Hardjosoemarto enggan memberikan komentar mengenai isu Mercedes-Benz akan menjalin mitra dengan Indomobil Grup.
"Per saat ini saya tidak bisa memberikan komentar lebih jauh, jika ada pergerakan strategis tentu nanti akan kami sampaikan," ucap Kariyanto.**Syafira
Berita Terkait :
- Ahli Ungkap Penyebab Gangguan Whatsapp, Diduga karena Serangan0
- Mobil Listrik Genesis G80 Spesial Buat KTT G20, Tidak Antipeluru0
- Syarat, Biaya dan Cara Pinjam Motor Listrik Yamaha E010
- Xiaomi Bersiap Bawa Redmi Pad Ke Filipina0
- Harga Hp Belum Berubah di Saat Kurs Rupiah Cenderung Melemah0
_Black11.png)









