- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Centang Biru Akan Hilang Jika Tak Bayar, Termasuk Akun Jokowi-Biden?

Jakarta, VokalOnline.Com - Miliarder Elon Musk menyebut akan meluncurkan ulang Twitter Blue pada 29 November. Dengan peluncuran ini, centang biru lama yang menandakan akun terverifikasi akan dihapus beberapa bulan lagi.
"Punting relaunch of Blue Verified to November 29th to make sure that it is rock solid," ujar Musk dalam sebuah cuitan, Rabu (16/11)
(Peluncuran kembali Blue Verified pada 29 November untuk memastikannya kokoh, red).
Sebelumnya Twitter Blue yang sempat diluncurkan terpaksa dihentikan lantaran kemunculan akun-akun palsu yang meniru akun sejumlah merek dan aktris ternama. Twitter Blue merupakan fitur Twitter yang membuat pengguna bisa mendapatkan centang biru atau menjadi akun terverifikasi dengan membayar $8 atau Rp125 ribu.
Musk menyebut cara baru ini diterapkan untuk membasmi akun bot dan spam. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya.
Sempat diluncurkan, fitur tersebut malah dimanfaatkan sejumlah orang untuk membuat akun tiruan merek-merek dan aktris ternama. Salah satu yang terdampak adalah saham perusahaan Eli Lilly yang jeblok di bursa saham Amerika Serikat akibat akunnya ditiru orang tak dikenal.
Selain Eli Lilly, hal serupa terjadi pada akun perusahaan pembuat pesawat dan senjata, Lockheed Martin. Sebuah akun tiruan berkicau "Kami akan memulai penghentian penjualan senjata kepada Arab Saudi, Israel dan Amerika Serikat sampai investigasi lebih lanjut terhadap kejahatan HAM negara-negara itu,"
Hal ini lantas kemudian saham Lockheed turun 5,5 persen setelah kicauan tersebut. Twitter sendiri telah mematikan akun-akun tiruan itu dan menunda proses Blue Verified.
Lebih lanjut, Musk mengatakan dengan peluncuran ulang Twitter Blue pada 29 November akan membuat tanda centang biru pengguna lama akan hilang dalam beberapa bulan mendatang.
"All unpaid legacy Blue checkmarks will be removed in a few months," kicau Musk, menjawab pertanyaan seorang pengikutnya di Twitter. (Semua tanda centang Biru lama yang belum dibayar akan dihapus dalam beberapa bulan, red).
Sebelumnya, Twitter sempat 'bergejolak' lewat penerapan akun centang biru berbayar alias Twitter Blue. Untuk mengantisipasi akun-akun pemerintah dan pejabat yang enggan atau tak mungkin membayar, perusahaan menerapkan kebijakan tanda 'Official'.
Sempat ditarik Elon Musk, label centang abu-abu itu kembali dirilis bagi tokoh-tokoh masyarakat, media mainstream, dan perusahaan.
Selain itu, ada banner yang menandakan sebagai pejabat pemerintah tertentu pada bagian bio. Hal itu, misalnya, terlihat pada akun Presiden AS Joe Biden yang memiliki tanda bendera bertuliskan "United States government official", atau akun Jokowi dengan "Pejabat pemerintah Indonesia".
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepresidenan soal akun centang biru, begitu pula dari Gedung Putih dan pejabat-pejabat lainnya.**syafira
Berita Terkait :
- Visualisasi DTE G20 Tarik Antusiasme Lebih dari 700 Pengunjung0
- Roket SLS Artemis 1 NASA Terbang ke Angkasa Malam ini0
- Bjorka Bocorkan 3,2 Miliar Data Diduga dari PeduliLindungi0
- Bjorka Bikin RI Raih Juara Ketiga Dunia Kebocoran Data0
- Innova Hybrid Meluncur Pekan Depan di Indonesia, Pertama di Dunia0
_Black11.png)









