- Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Remaja: Dampak Jangka Panjang pada Otak dan Kesehatan Mental
- ASITA Riau Harap PLT Gubernur Riau Bisa Realisasikan Bandara Udara Baru di Riau
- Business Matching: Rakerda ASITA Riau Hadirkan Pengusaha Wisata Malaysia 2026
- Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran; Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domes
- Parisman Ihwan Resmi Buka Forki Riau Open Championship
- Peresmian Kantor SpektrumID.com: Langkah Baru PT Delif Mitra Sejahtera dalam Dunia Digital
- HUT ke-55 ASITA: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
- Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
- Bupati Asmar Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Kerukunan Sebagai Energi Pembangunan
- Polres Inhil Gelar Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 Dukung Swasembada Pangan
Dari Sungai Kuantan ke Panggung Dunia: Dikha dan Melly Mike Satukan Tradisi dan Musik

Riau, VokalOnline.Com - Festival Pacu Jalur 2025 kembali menghadirkan cerita menarik. Bukan hanya soal jalur yang berpacu di Sungai Kuantan, tetapi juga tentang pertemuan dua dunia: budaya lokal yang membumi dan musik internasional yang mendunia.
Momen itu terjadi saat rapper asal Amerika Serikat, Melly Mike, akhirnya bersua dengan Rayan Arkan Dikha, bocah Kuansing yang viral dengan gaya tarian “aura farming”. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Bupati Kuansing, Minggu (24/8/2025) pagi, usai Mike mendarat dengan helikopter di Stadion Sport Center Kuansing.
Begitu bertemu, Melly Mike langsung memeluk Dikha sambil menyerahkan sebuah hadiah.
“This is video game for you,” katanya sambil tersenyum.
Dikha menerima kado itu dengan mata berbinar, lalu bersalaman dan mencium tangan sang rapper. Kehangatan yang sederhana, tapi penuh makna.
Kehadiran Mike tak hanya disambut Dikha, tetapi juga para pejabat Riau. Gubernur Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby, Wakil Bupati H Muklisin, Ketua DPRD H Juprizal SE MSi, serta Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat hadir dalam momen tersebut.
Suasana akrab terasa Gubernur Wahid bahkan memperkenalkan Dikha langsung kepada Mike.
“Hello Mike, this is Dikha,” ucapnya.
Sang rapper menanggapi dengan hangat, “Yea, I met him before with the team.”
Obrolan ringan ditemani kopi, air mineral, dan kudapan membuat pertemuan itu kian terasa seperti silaturahmi, bukan sekadar agenda resmi.
Bagi Mike, momen ini istimewa. Lagu andalannya, “Young, Black, and Rich”, kembali trending berkat tarian sederhana Dikha yang dipadukan dengan semangat pacu jalur.
Dunia digital menyatukan keduanya. Konten-konten singkat yang menampilkan Dikha di arena pacu jalur menjadikan lagu Mike akrab di telinga generasi muda, bahkan hingga mancanegara.
“Saya sangat senang bisa bertemu dengan Dikha, dan kami akan naik board (jalur) nanti bersama,” ujar Mike.
Mike dijadwalkan tampil di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, untuk memeriahkan Festival Pacu Jalur 2025. Ia juga akan beratraksi bersama Dikha di jalur khusus yang telah disiapkan, serta hadir di malam penutupan festival.
Bupati Kuansing, Dr H Suhardiman Amby, menyampaikan rasa bangganya atas pertemuan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Melly Mike yang telah datang langsung ke Kuansing dan memberikan perhatian besar terhadap budaya pacu jalur. Kehadiran beliau bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkenalkan tradisi kita ke dunia,” ujarnya.
Suhardiman menambahkan, pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga kelestarian pacu jalur. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penataan kawasan Tepian Narosa, dukungan terhadap komunitas jalur di desa-desa, hingga promosi pacu jalur ke tingkat nasional.
“Harapan kita, momentum seperti ini membuat pacu jalur semakin dikenal luas. Tradisi ini adalah identitas Kuansing dan aset bangsa yang harus kita wariskan,” katanya.
Pertemuan ini bukan hanya soal artis internasional yang datang ke Kuansing, tetapi juga tentang bagaimana tradisi lokal mampu menjadi pintu dialog budaya global. Dari Sungai Kuantan hingga panggung dunia, nama Dikha dan pacu jalur kini menjadi simbol bahwa tradisi bisa mendunia asal dijaga, dirawat, dan diperkenalkan dengan cara yang tepat.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









