- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Di Hadapan Diplomat Asing, Ganjar Sebut Pemilu 2024 Ujian Demokrasi RI

Bacapres dari koalisi PDIP dkk, Ganjar Pranowo
Jakarta, VokalOnline.Com - Bakal capres dari koalisi PDIP Ganjar Pranowo menyinggung soal demokrasi di Indonesia saat menyampaikan kuliah umum di depan para diplomat asing dalam acara CSIS, Selasa (11/7).
Menurut Ganjar, ukuran demokrasi di Indonesia saat ini bisa diukur pada gelaran Pemilu 2024. Dia berharap tak ada intervensi, pemilu 2024 berjalan dengan asas jujur dan adil (jurdil).
"Ukuran kebanggaan kita pemilu besok ada yang intervensi enggak? Kalau pemilu besok bisa jurdil maka kita mesti bangga pada demokrasi kita," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, pelaksanaan pemilu 2024 mendatang akan menjadi tolok ukur demokrasi di Indonesia. Dia bilang demokrasi Indonesia akan mundur ke belakang jika ada campur tangan penguasa.
Oleh karena itu, kata dia, keterlibatan masyarakat sipil sangat penting untuk mendukung demokrasi Indonesia. Ganjar berharap akan muncul dirinya dalam bentuk lain di masa yang akan datang.
"Maka civil society sekarang menjadi punya peran yang sangat penting untuk menjaga itu. Sehingga ketika kemudian demokrasi bisa berjalan dengan baik, maka akan ada muncul Ganjar-Ganjar berikutnya," kata dia.
Ganjar mengaku lahir dari iklim demokrasi yang sehat. Sebagai anak yang lahir dari keluarga biasa, dia bersyukur bisa mencapai posisinya saat ini.
"Dan tanpa adanya demokrasi enggak akan, saya menunggu dulu bapak saya hebat. Saya menunggu dulu turunan dan itu tidak akan pernah saya dapatkan," kata Ganjar.
"Tapi saya bangga pada bapak-ibu saya, karena mereka rakyat biasa saja dan bisa mendidik saya untuk seperti Ini," imbuhnya.(fit)**
Berita Terkait :
- MKMK Tak Bisa Ubah Putusan Syarat Cawapres Meski 9 Hakim Langgar Etik0
- Putusan MKMK: Anwar Usman Langgar Etik Berat, Dicopot dari Ketua MK0
- Anugerah PWI 2024, PWI Provinsi Jaring Calon Penerima di Daerah0
- MKMK Diminta Tagih Bukti Surat Sakit Anwar Usman Absen Rapat Hakim0
- Anwar cs Diperiksa MKMK, Mahfud Beri Contoh Kasus Akil Mochtar0
_Black11.png)









