- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
Effendi Simbolon Minta Maaf soal Pernyataan TNI Seperti Gerombolan

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon.
Jakarta, VokalOnline.Com -- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon meminta maaf terkait pernyataannya yang menyebut TNI seperti 'gerombolan'.
Sebelumnya pernyataan itu diungkap Effendi saat rapat Komisi I DPR dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
"Saya dari lubuk hati paling dalam saya minta maaf atas perkataan saya yang menyakiti di hati prajurit siapapun dia dari mulai tamtama perwira sampai sesepuh dengan pernyataan yang diartikan lain," kata Effendi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9).
Sementara itu etua Fraksi PDIP Utut Adianto yang mendampingi Effendi mengatakan hari ini adalah hari terbaik bagi koleganya itu untuk meminta maaf.
"Effendi tidak ada niat yang tidak baik," ujar Utut.
"Saya memastikan Effendi tidak punya niat tidak baik," imbuhnya.
Sebelumnya pernyataan anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang menyinggung TNI seperti gerombolan menuai kecaman dari prajurit itu dilontarkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR RI dengan Kemenhan dan TNI di Senayan, Jakarta, Senin (5/9).
Saat itu, petinggi TNI dari Panglima TNI hingga seluruh kepala staf angkatan hadir, kecuali KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Ketidakhadiran Dudung inilah kemudian menyulut Effendi Simbolon melontarkan kritiknya terhadap TNI.
Effendi mengaku ingin mendapat penjelasan dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Menurutnya ada ketidakharmonisan antara dua jenderal bintang empat itu.
"Kami banyak sekali ini temuan-temuan ini, insubordinasi, disharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya, tidak ada kepatuhan," kata Effendi kala itu.
Pernyataan Effendi itu pun mengundang kecaman sejumlah prajurit TNI di daerah. Beberapa dari mereka bahkan merekam video kemarahan dan kecaman mereka, lalu viral di media sosial.
Sementara itu Mabes TNI AD membantah ada instruksi khusus kepada para prajurit untuk merespons pernyataan Effendi Simbolon dalam rapat yang tak dihadiri KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tersebut.
"Saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Kolonel Arh Hamim Tohari saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (13/9).i.
"Mungkin saja itu terjadi sebagai reaksi spontan, bukan cuma dari prajurit, bahkan dari masyarakat juga, atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," imbuhnya
Berita Terkait :
- Sebut TNI Gelombolan, Efendi Simbolon Viral Hujatan0
- Investasi Hijau dan Transisi Energi Bukti Komitmen RAPP Wujudkan Net Zero Emission0
- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk dan JMSI Tandatangani Nota Kesepahaman 0
- Socrates0
- Songsong 2024, Ada Ridwan Kamil Dan Ganjar Di Posisi Puncak0
_Black11.png)









