- Bhabinkamtibmas Desa Sencalang Sambangi Lahan Kacang Panjang Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Kebun Cabai Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Polsek Enok Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Tanaman Produktif
- Polsek Enok Rutin Motivasi dan Kawal Tanaman Warga: Cabai dan Serai Tumbuh Subur
- JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir
- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
HGU PT ASL Pailit Yang Dibeli PT SBP Serobot Kebun Petani di Rengat
Petani Usir Alat Berat Perusahaan

Petani sawit Rengat lakukan pengusiran terhadap alat berat milik PT SBP
Inhu, VokalOnline.Com - Suasana tegang mewarnai aksi ratusan petani kelapa sawit dari Desa Sungai Raya dan Kelurahan Skip Hilir, Kecamatan Rengat, yang melakukan pengusiran terhadap alat berat milik PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) pada Selasa (15/10/2024) di lokasi Skip Hilir.
Aksi dramatis terjadi, setelah alat berat tersebut dikabarkan telah dua hari melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat di kawasan Kelurahan Skip Hilir dan meluas hingga ke Desa Sungai Raya Kecamatan Rengat, padahal Gak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan tersebut tidak masuk ke Kecamatan Rengat.
Perkebunan kelapa sawit yang menjadi sumber konflik itu, sebelumnya HGU dimiliki oleh PT Alam Sari Lestari (ASL), yang kini dinyatakan pailit dan dikabarkan sudah dibeli oleh PT SBP. Namun, lahan PT ASL tersebut tidak termasuk dalam kawasan Desa Sungai Raya dan Skip Hilir.
Kendati demikian, alat berat milik PT SBP terlihat merambah area pertanian warga, yang telah bertani kelapa sawit di kawasan tersebut selama belasan tahun.
Aksi pengusiran alat berat oleh ratusan patani itu, juga disertai pemindahan sejumlah spanduk yang dipasang oleh PT SBP menegaskan bahwa lahan HGU mencakup wilayah masyarakat.
Terlihat sejumlah spanduk bahkan dipasang di lahan perkebunan kelapa sawit milik kelompok tani "Sido Dadi" karena kelompok tani Sodo Dadi sedang tidak ada diareal lahan, spanduk berdiri kokoh di lokasi tersebut.
Orry (45), seorang petani dari Kelurahan Skip Hilir, tampak berusaha meredakan ketegangan di antara massa petani yang emosi akibat penyerobotan lahan tersebut.
"Kami sudah bertani di sini selama puluhan tahun, dan kami tidak akan membiarkan lahan kami dirampas," ungkap salah satu petani yang ikut dalam aksi tersebut.
Sementara itu, Samsir, warga Desa Sungai Raya, juga menyatakan kekesalannya. "Kalau PT SBP membeli HGU kebun sawit PT ASL di Rengat Barat dan Seberida, silakan. Tapi jangan menyerobot lahan kami di Desa Sungai Raya dan Skip Hilir," tegasnya.
Aksi pengusiran alat berat berlangsung singkat, alat berat perusahaan PT SBP mundur teratur sehingga tidak terjadi bentrok. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT SBP yang membeli HGU PT ASL terkait permasalahan lahan tersebut. **Vol/ram
Berita Terkait :
_Black11.png)









