- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
HMMM...Napi di Bengkalis Pasok Narkoba dari Malaysia
Upah Kurir Rp150 Juta
.jpg)
Barang bukti narkoba jenis sabu. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Berada di Lapas Bengkalis tak membuat napi berinisial SB terbelenggu mengendalikan peredaran narkoba di Riau. Dari jeruji besi, SB mampu memasok sabu dan ekstasi dari Malaysia memakai perahu yang dikenal dengan "becak laut".
Juni ini, SB mampu memasok 19 kilo sabu dan 500 butir pil ekstasi dari negeri jiran. Ada tiga bawahannya menjemput di tengah laut lalu membawa barang haram itu ke Desa Ketam Putih, Bengkalis.
Dari desa pesisir itu, sabu dan ekstasi itu dioper ke kurir berinisial R dan AM. Keduanya sudah tertangkap oleh personel Satuan Polisi Air Polres Bengkalis dan Bea Cukai setempat bekerjasama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.
Kepada wartawan, R dan AM mengaku bukan sekali ini saja menjadi tukang gendong sabu dan ekstasi. Suatu hari pada Mei lalu, keduanya sukses mengantarkan 5 kilogram sabu dari Malaysia ke pemesan yang ditentukan napi tadi.
"Kalau yang pertama itu kami diupah Rp50 juta, bagi dua," kata R, Selasa siang, 22 Juni 2021.
Mendapat uang mudah menjadi kurir membuat keduanya bersedia lagi membawa sabu dan ekstasi dari Malaysia. Kali ini lebih banyak dengan upah lebih menggiurkan.
"Sabu 19 kilo, dijanjikan Rp150 juta tapi belum terima, katanya setelah barang diterima," kata R.
R mengaku berkomunikasi via telepon dengan napi di Lapas Bengkalis. Bersama AM, dia diperintahkan membawa sabu dan ekstasi ke Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.
R berangkat dengan AM dari Kabupaten Bengkalis mengendarai sepeda motor. Belasan kilo narkoba tadi ditaruh di jok sepeda motor.
"Tak tahu siapa yang menerima barang di sana (Lubuk Linggau), katanya nanti dikasih tahu kalau sampai," cerita R.
R dan AM mengaku nekat menjadi kurir sabu karena kebutuhan hidup. Apalagi uang ratusan juta mudah didapat kalau barang sampai ke pemesan tanpa tahu resiko dikemudian hari.
Malang menghampiri keduanya ketika sepeda motor dicegat petugas dalam perjalanan. Keduanya panik dan menabrakkan sepeda motor ke mobil petugas lalu tertangkap.
Atas perbuatannya, R dan AM dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua terancam penjara minimal 5 tahun, paling lama 20 tahun hingga hukuman mati.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi membenarkan keduanya dikendalikan seorang napi. Agung menyebut napi ini mengarahkan masuknya narkoba dari Malaysia dan mengarahkan kedua kurir ke penerima di Lubuk Linggau.
"Pesanan dari bandar di Lubuk Linggau untuk dipasok ke kampung narkoba di sana," ucap Agung. (syu)
Berita Terkait :
- Kejati Riau Gesa Pembuktian Dugaan Pemerasan Terhadap Bupati Kuansing0
- Kajari Pimpin Sertijab Kasi BB dan Rampasan0
- H Sukiman dan Indra Gunawan Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rohul0
- Tewasnya 5 Pekerja PT SDO Dumai, Disnaker Riau Segera Panggil Manajemen0
- Keliling Pakai Bus, DPP GPM Kembali Suarakan Dugaan Kejahatan PT Agro Abadi0
_Black11.png)









