- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Jaksa Pelalawan Bebaskan Pencuri Sawit, Alasannya Menggugah Hati

Kepala Kejari Pelalawan Silpia Rosalina (kiri) memberikan surat penghentian perkara kepada Murdani. IST
Pelalawan, VokalOnline.Com - Murdani tak dapat menyembunyikan bahagia setelah Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menghentikan perkara yang menjeratnya. Selain bebas dari penjara, Murdani juga dibekali sejumlah uang oleh Kepala Kejari Pelalawan Silpia Rosalina.
Murdani sebelumnya menyandang status tersangka karena diduga mencuri 40 tandan buah sawit. Aksi nekat itu karena sudah tidak punya uang lagi membeli beras dan memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Pencurian ini dilakukannya pada Rabu, 22 Desember 2022 lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Himpitan ekonomi menggerakkan dirinya buah kelapa sawit milik PT Mitra Unggul Pusaka (MUP) yang berjarak 20 meter dari tempat tinggalnya.
Diapun membawa egrek (alat panen sawit) dan sebuah karung di Desa Penarikan itu. Satu persatu buah kepala sawit diambil sehingga terkumpul 40 buah tandan. Keesokan harinya, Murdani mendatangi lokasi penyimpanan hasil panen ilegalnya itu dan melangsirnya ke pinggir jalan.
Perbuatannya diketahui oleh karyawan PT MUP yang sedang patroli di areal kebun. Kemudian, dia beserta dengan barang bukti diamankan dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Akibat perbuatannya ini, perusahaan mengaku rugi Rp3 juta lebih.
Singkat cerita, berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21. Setelah itu berkas perkaranya dilimpahkan ke JPU tapi belum sempat dilimpahkan ke pengadilan.
JPU lalu menghentikan perkaranya dengan mekanisme Restorative Justice. Hal itu berdasarkan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.
"Pada hari Rabu lalu Kejaksaan Negeri Pelalawan telah melakukan penghentian penuntutan perkara pencurian buah kelapa sawit atas nama Tersangka Murdani Bin Taslam," ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pelalawan Riki Saputra, Kamis siang, 3 Maret 2022.
Riki menjelaskan, penghentian perkara ini diawali dengan mediasi antara perusahaan sebagai korban dengan tersangka pada 22 Februari 2022.
Jaksa Kejari Pelalawan selaku fasilitator berhasil mendamaikan kedua pihak tanpa syarat. Hal ini juga disaksikan kepala dusun tempat tinggal tersangka dan penyidik Polsek Langgam.
Kejari Pelalawan lalu mengusulkan penghentian perkara ke Kejaksaan Tinggi Riau. Selanjutnya pada 1 Maret 2022 dilakukan ekpos perkara antara Kejati Riau dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum secara virtual.
"Pada ekspos tersebut, pengajuan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif atas nama Tersangka Murdani tersebut disetujui oleh JAM Pidum," sebut Riki.
Atas hal itu, Kajari Silpia Rosalina menyerahkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) kepada tersangka Murdani dan PT MUP.
"Tersangka sebelumnya tidak pernah dipidana dan dia juga baru kali ini mencuri sawit," kata Riki.
Sebuah pemandangan menarik terjadi saat Murdani dikeluarkan dari penjara. Kepala Kejari Silpia Rosalina membekali Murdani sejumlah uang untuk bekalnya pulang kampung yang menyeruakkan kebahagiaan pada wajahnya. (syu)
Berita Terkait :
- Tingkatkan Literasi Siswa, PWI Pelalawan Gelar Lomba Surat Dan Artikel0
- Fakultas Tarbiyah UIN Suska Rekomendasikan Mahasiswi AAF Diberhentikan0
- Buat Berita Hoax, Seluruh Pernyataan Larsen Yunus Jadi Tanggung Jawab RiauAndalasCom0
- Empat Anggota Konglomerat Salim Dituntut 14 Tahun Penjara0
- Ketua KONI Kampar Terima Aliran Dana Hingga Belasan Miliar Rupiah0
_Black11.png)









