- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Jangan Lupa Bawa Kartu Elektronik
>Tol Pekanbaru-Bangkinang Resmi Uji Coba Sebelum Diresmikan >Pj Bupati Kampar Harap Rest Area Dimanfaatkan Pelaku UMKM

Gubernur Riau Syamsuar melakukan uji coba oprasional Tol Pekanbaru-Bangkinang. MCR
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Gubernur Riau Syamsuar, Kamis (27/10/2022) sekitar pukul 07.30 WIB melakukan uji coba oprasional Tol Pekanbaru-Bangkinang. Saat melakukan uji coba, Syamsuar tampak bersama Kapolda Riau Irjen Mohamad Iqbal, Branch Manager Tol Pekanbaru- Bangkinang AA GD Indrayana, Pj Bupati Kampar Kamsol dan pejabat forkopimda Riau.
“Pagi hari ini Tol Pekanbaru menuju Bangkinang, sebaliknya Bangkinang menuju Pekanbaru sudah dibuka,” kata Syamsuar.
Syamsuar menjelaskan, tol ini belum dikenakan tarif sebelum nantinya akan diresmikan.
“Sebelum Tol ini diresmikan kiranya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Masih gratis. Namun, tetap pakai kartu E-Tol. Karena ini masih uji coba selama waktu yang belum ditentukan,” jelas Syamsuar.
Ruas Tol Pekanbaru-Bangkinang yang saat ini dapat dilalui kurang lebih sejauh 31 kilometer dengan kecepatan 80 kilometer/jam hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.
Dalam mengoperasikan Tol Pekanbaru-Bangkinang, Hutama Karya menyiapkan sebanyak 106 personil dan 22 unit kendaraan siaga yang terdiri dari ambulans, derek, patroli jalan raya (PJR), derek, rescue, dan lainnya serta empat gardu tol otomatis (GTO), 31 Titik CCTV, dan dua titik variable message sign (VMS).
Syamsuar mengimbau agar masyarkat yang melintas tidak melebihi kecepatan maksimal yang sudah ditentukan.
“Tolong diperhatikan kecepatan penggunaan kendaraan. Persiapan kelengkapan kendaraan termasuk ban gundul tak bisa masuk sini. Kapasitas angkutan kalau over tidak bisa masuk tol,” ucap Syamsuar.
Dengan dibukanya Tol Pekanbaru-Bangkinang diharapkan dapat bermanfaat dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Semoga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat Riau. Kami ucapkan trima kasih kepada HK. Agar Jalan Tol ini berlanjut ke Sumbar,” tutupnya.
Syamsuar menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan tol Penang sebaik-baiknya. Di antaranya dengan tetap memperhatikan kesiapan fisik kendaraan dan termasuk keselamatan pengandara itu sendiri.
Mantan Bupati Siak ini juga berharap setiap pengguna akses jalan bebas hambatan kedua di Riau setelah Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) memperhatikan rambu-rambu yang ada di tol. Termasuk kecepatan kendaraan.
Rentetan kasus kecelakaan yang terjadi di tol Permai selama ini, salah satunya disebabkan kecepatan diatas maksimum ditentukan, yakni 80 km perjam.
"Patuhi aturan. Perhatikan kecepatan yang sudah diatur," ungkap Syamsuar.
Gubri mengatakan, sebelum jalan tol Pekanbaru-Bangkinang diresmikan, agar hendaknya jalan tol ini dimanfaatkan terlebih dahulu secara gratis untuk masyarakat.
"Jalan tol Pekanbaru-Bangkinang dibuka masih gratis, atau tarif tolnya belum jalan. Tapi masuk tol tetap pakai kartu elektronik tol. Artinya ini uji coba, jadi gratis. Tapi untuk uji coba berapa lamanya belum ditetapkan sampai kapan. Yang jelas nanti ada petunjuknya," terangnya.
Lebih lanjut Gubri menyampaikan, untuk uji coba operasional jalan tol Pekanbaru-Bangkinang dibuka dua jalur sekaligus.
"Harapan kami dengan dibukanya jalan tol Pekanbaru-Bangkinang, kepada masyarakat Riau maupun Sumatera Barat agar dapat menjaga keselamatan dengan memperhatikan kecepatan kendaraan, serta patuhi rambu-rambu tol, kemudian cek kesiapan kendaraan seperti ban. Termasuk kapasitas muatan, kalau over muatan tidak dibolehkan masuk tol," tukasnya.
Di sisi lain, Penjabat Bupati Kampar, Kamsol memiliki rencana memanfaatan rest area bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pariwisata. Ini solusi bagi pelaku usaha di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang.
Ia mengakui, volume kendaraan yang melintasi jalan konvensional akan menurun setelah tol beroperasi. Dampaknya akan dirasakan UKM di sepanjang ruas Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat tersebut.
"Inilah yang menjadi perhatian kita. Walaupun kendaraan tidak lewat sana lagi (jalan konvensional), ekonomi tetap hidup," katanya usai pembukaan operasional tol.
Kamsol berharap, rest area nantinya bukan hanya mengakomodir usaha kuliner. Tetapi menjadi sarana promosi pariwisata di Kampar.
"Selain ada kuliner khas Kampar, ada juga semacam informasi tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi," katanya. (mcr)
Berita Terkait :
- BNN Bongkar Home Industri Ekstasi Berkedok Warung Pempek di Pekanbaru0
- Gubernur Riau Syamsuar Uji Coba Tol Pekanbaru-Bangkinang0
- Gubri Syamsuar Hadiri Festival Pelajar Nusantara Di SMA 5 Pekanbaru0
- Parit Pembuangan Tidak Mampu Menampung Debit Air Hujan, Banjir di Jalan Pemda Meluas0
- Pola Premanisme, Siti Aisyah Cs Lakukan Dugaan Pencurian TBS dan Penyerobotan Kebun Sawit Perusahaan0
_Black11.png)









