- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
JMSI Goes to School: Dorong Literasi Digital di SMPN 1 Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, VokalOnline.Com - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi selain memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia khususnya dunia pendidikan di saat yang sama juga dapat menciptakan berbagai masalah bila tidak bijak digunakan.
Potensi penyalahgunaan atau kegagalan dalam memanfaatkan teknologi digital di Indonesia cukup besar, mengingat menurut data UNESCO Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat literasi rendah.
Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa saat berbicara di SMPN 1 Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Jumat, 25 Juli 2025.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala SMPN 1 Padangsidimpuan Batras Lubis dan kalangan guru SMPN 1 Padangsidimpuan, serta Pengawas dari Dinas Pendidikan Padangsidimpuan M. Faisal Aziz.
Dari unsur JMSI hadir antara lain Ketua Harian JMSI Pusat Ari Rahman, Ketua Organisasi JMSI Pusat Faisal Mahrawa, Ketua JMSI Sumut Rianto, dan Ketua JMSI Tapanuli Bagian Selatan Yusrizal Ucok Nasution.
"Ada satu hal tidak mengenakan yang ingin saya sampaikan. Menurut UNESCO, Indonesia ini termasuk dalam kelompok negara dengan minat baca yang rendah. Hanya sekitar 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 penduduk Indonesia hanya satu yang memiliki minat baca tinggi," ujar Teguh Santosa.
Padahal, sambung Teguh, selain minat baca, juga diperlukan daya baca, yakni kemampuan individu untuk membaca secara mendalam dan komprehensif atau utuh sehingga memahami substansi dari yang dibaca.
"Saya percaya bahwa kita semua ingin mematahkan tuduhan itu. Adik-adik harus bisa membuktikan bahwa anak-anak di Padangsidimpuan memiliki minat baca dan daya baca yang tinggi," kata Teguh yang juga dosen hubungan internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Teguh mengatakan dirinya melihat potensi yang begitu besar di kalangan siswa SMPN 1 Padangsidimpuan.
"Saya melihat calon insinyur, anggota TNI dan Polri, jaksa yang hebat, hakim yang adil, juga calon guru yang siap mengabdikan diri untuk mendidik anak bangsa," kata Teguh lagi.
"Atau ada yang mau jadi astronot," tanya Teguh dijawab malu-malu beberapa siswa dan disambut tepuk tangan.
Teguh mengingatkan, apapun cita-cita setiap siswa ada proses yang harus dilalui. Karena tidak ada yang terjadi tiba-tiba begitu saja.
Teguh mengatakan dirinya telah mengunjungi puluhan negara. Baik negara-negara maju yang punya teknologi canggih dan menguasai perekonomian dunia, maupun negara-negara yang mengalami kesulitan, terbelakang, tertinggal, dan dipenuhi konflik, serta rakyatnya terpecah belah.
"Kunci dari setiap negara, yang maju maupun terbelakang, ada di tangan generasi muda. Dan generasi muda di sini yang menentukan apakah Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi hebat atau sebaliknya," ujar Teguh lagi.
"Melihat wajah adik-adik semua yang bersinar, saya yakin, kalian termasuk dalam golongan yang ingin bangsa kita lebih maju lagi. Belajar dan bekerjalah dengan lebih baik lagi," demikian Teguh.
JMSI Goes To School
Selesai kegiatan ceramah yang diakhiri nyanyian "Padamu Negeri", Kepala SMPN 1 Padangsidimpuan Batras Lubis menjamu rombongan JMSI di ruang kerjanya.
Batras mengucapkan terima kasih atas kesediaan JMSI menjalin kemitraan dengan dunia pendidikan dan percaya kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi perkembangan generasi muda.
Batras juga mengatakan, pihaknya sedari dini mendorong siswa agar lebih bijak memanfaatkan teknologi digital hanya untuk hal-hal yang mendukung pendidikan.
Ketua JMSI Sumut Rianto menambahkan program "JMSI Goes to School" merupakan wujud dari kepedulian JMSI pada dunia pendidikan dan generasi muda.
"Disrupsi informasi melalui platform digital melanda kita semua. Perlu bagi kita untuk selalu bersinergi agar perkembangan teknologi digital memberikan manfaat," ujarnya. **
Berita Terkait :
_Black11.png)









