- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Jokowi: Capaian Ekonomi Indonesia Berkat kerja Keras Pengusaha

Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim keberhasilan Indonesia dalam menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi salah satunya berkat kerja keras pengusaha.
Klaim itu Jokowi sampaikan saat memberikan kata sambutan dalam Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVII di Solo, Jawa Tengah, yang disiarkan secara virtual, Senin (21/11).
Ia mengatakan angka inflasi Indonesia masih terjaga di level 5,71 persen secara tahunan pada Oktober 2022. Sementara, pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,72 persen.
Jokowi mengatakan capaian ini menjadikan ekonomi Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara G20.
"Angka-angka yang baik seperti yang tadi saya sampaikan, inflasi maupun gross pertumbuhan ekonomi kita, harus kita jaga dan terus kita tingkatkan. Dan itu hasil kerja keras dari para pengusaha, bapak ibu sekalian yang berada di hadapan saya," ujar Jokowi.
Ucapan Jokowi ini memang tidak asal bunyi. Lihat saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72 persen pada kuartal ketiga tahun ini. Nah, sementara, ekonomi Kanada hanya 4,6 persen pada periode yang sama.
Lalu, Meksiko 4,2 persen, China 3,9 persen, Korea Selatan 3,1 persen, dan Italia 2,6 persen. Kemudian, Uni Eropa 2,1 persen, AS 1,8 persen, Jepang 1,6 persen, dan Jerman 1,2 persen.
Namun demikian, pertumbuhan ekonomi RI tersebut masih di bawah India, Arab Saudi, Turki, dan Argentina.
Lebih lanjut, Jokowi juga menyinggung bahwa neraca dagang Indonesia membukukan surplus selama 30 bulan berturut-turut.
Tercatat ekspor Indonesia per Oktober 2022 naik 0,13 persen ke US$24,81 miliar dari bulan sebelumnya sebesar US$24,78 miliar. Jika dibandingkan Oktober 2021, nilai ekspor RI naik 12,30 persen.
Capaian ekspor Indonesia pada bulan ini yang ikut menyumbang surplus US$5,67 miliar atau setara dengan Rp88,25 triliun (asumsi kurs Rp15.565 per dolar AS) secara bulanan pada Oktober 2022.
Jokowi ingin capaian ini terus dijaga oleh semua pihak. Ia pun mengimbau para menteri untuk hati-hati dalam membuat kebijakan, khususnya terkait ekonomi. Sebab, salah sedikit saja bisa celaka.
Apalagi, saat ini kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Jokowi, menilai kondisi ekonomi sekarang sulit untuk diprediksi.
"Saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati membuat kebijakan dalam posisi yang sangat rentan seperti ini, jangan keliru, jangan salah," tandasnya.**syafira
Berita Terkait :
- CEO Ruangguru Soal PHK Karyawan: Rekrutmen Terlalu Banyak0
- Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Meningkat pada Oktober 20220
- Kripto Teratas Kompak Kebakaran, Hanya USD Coin yang Bangkit0
- Harga Emas Antam Mandek di Rp978 per Gram0
- Pemilik Lapangan Golf Bogor Bantah Aset Disita BLBI Milik Besan Setnov CNN Indonesia0
_Black11.png)









