- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Kapolsek Singhil Respon Cepat Warga Miskin Tak Tersentuh Bantuan

Kuansing, VokalOnline.Com -Sungai Paku- Kepala Keluarga, Sarimun ( 37) warga Sungai Paku, kecamatan Singingi Hilir, kabupaten Kuantan Singingi, mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun pemerintah desa. Hal itu direspon cepat oleh Kepala Kepolisian Sektor Singingi Hilir, AKP. Agus Susanto, SH.
"Saya ucapkan terima kasih atas informasinya, kami lagi mendata masyarakat kita yang miskin untuk kita berikan bantuan, karena kita ada program peduli kasih Polsek Singingi Hilir yang dana tersebut kita dapatkan dari iuran anggota pada saat melaksanakan yasinan setiap hari Rabu di Polsek dan beberapa donatur dari Pekanbaru,"tulis Kapolsek AKP Agus Susanto, SH yang lebih kurang satu bulan bertugas di Wilayah Hukum Singingi Hilir. Selasa, 6 September 2022.
Kapolsek yang pernah viral diberbagai Chanel YouTube dengan kedermawanannya saat bertugas di Gaung Anak Serka-Inhil , juga meminta data lengkap kepada awak media terkait warga miskin di desa Sungai Paku tersebut.
Seperti dikatakan warga desa Sungai Paku,"Kami tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik sembako maupun bantuan langsung tunai," kata Fitri Yanti istri Sarimun, Senin , 5 September 2022 kepada centroriau.id di kediamannya.
Sehari-hari, sebagai Kepala Keluarga, Sarimun, bekerja sebagai 'kuli harian semberaut'. Ekonomi yang pas-pasan, membuat Sarimun dan Istrinya kesulitan menghidupi tiga anak mereka dan Kondisi tempat tinggal Sarimun juga jauh dari kesan layak. Keluarga Sarimun tinggal di gubuk berdinding papan lapuk dan seng bekas berukuran 4x8 meter persegi.
"Sejak KK kami telah ditetapkan jadi warga desa Sungai Paku tahun 2016 tidak pernah ada bantuan sama sekali, tidak seperti orang lain yang mendapat bantuan sembako maupun uang tunai," terang Fitri Yanti mengaku perantau dari Moro Inhil yang telah menetap di kecamatan Singingi Hilir tersebut.
Sarimun dan istrinya hanya berharap dari berbagai pihak dapat memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah himpitan biaya hidupnya. Ia mengaku telah punya Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mendapat bantuan sosial tersebut.**(Rusman)
Berita Terkait :
- Masih ada tumpang pilih,warga miskin Di Desa Sungai Paku kc, Sengingi Hilir0
- Puja Ibrahim Meminta Kapolres Memangil KIC Supaya kak Ice Jangan Menjebarkan HOX0
- Himbauan Kamtibmas, Terkait Pengalihan Subsidi BBM menjadi BLT kepada Masyarakat. 0
- Jum at Barokah, Kapolres Kuansing Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu 0
- Tiga Karya Terbaik LKTJ PWI - Klinik Malikha Diumumkan0
_Black11.png)









