- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Kemenkes Klaim Tren Kasus Covid di 10 Provinsi Menurun, RS Terkendali

Pemerintah menetapkan PPKM Jawa-Bali kembali diperpanjang hingga 28 Februari 2022.
Jakarta, VokalOnline.Com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengklaim kasus Covid-19 di 10 provinsi terus mengalami tren penurunan.
Ia berkata, terdapat 6 provinsi yang kasusnya turun setelah sempat melewati jumlah kasus harian pada gelombang Delta, seperti DKI Jakarta, Banten, Bali, Maluku, Papua dan NTB.
Lalu, 4 provinsi baru masuk fase pelandaian kasus per Rabu (23/2), setelah sebelumnya menyamai atau bahkan melebihi kasus Delta.
"Keempat Provinsi dengan kasus harian melandai adalah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, serta Papua Barat," kata Nadia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/2). dilansir dari cnn indonesia.
Nadia mengklaim, tren penurunan kasus harian itu juga diikuti dengan tren penurunan positivity rate dalam seminggu terakhir. Ia menyebut, hingga Rabu (23/2) DKI Jakarta, Banten, Bali, NTB, Maluku, dan Papua menunjukkan tren penurunan postivity rate.
"Sedangkan Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat tercatat mengalami pelandaian positivity rate," ucapnya.
Selain itu, kata Nadia, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga masih terkendali, tanpa mengalami peningkatan. Keterisian tempat tidur isolasi maupun intensif Covid-19 masih terus bertahan di posisi 38 persen sejak Minggu (20/2).
"Hingga Rabu (23/2), jumlah kejadian rawat inap RS untuk pasien Covid-19 per minggunya berada di 9,02/100.000 penduduk," ucap dia.
"Angka ini masih sangat memadai dibanding puncak perawatan pasien saat gelombang Delta 17 Juli 2021 lalu yang mencapai 33,69/100.000 penduduk," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan, tren rasio kematian (case fatality rate/CFR) mingguan per 22 Februari lalu juga mengalami penurunan 6,61 persen dari minggu sebelumnya. CFR nasional per minggunya kini berada di posisi 2,85.
Lebih lanjut, kasus kematian per 23 Februari di posisi 227 per hari. Menurutnya, angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan puncak kematian pada gelombang Delta 27 Juli 2021 lalu yang tercatat hingga 2.069 kematian per harinya.
"Upaya-upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 yang dilakukan pemerintah adalah untuk menekan risiko kematian bagi penduduk akibat infeksi Covid-19," ucapnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Pengalihan Lalu Lintas Situasional Saat Aksi 2502 di Kedubes India0
- Wabub Bengkalis Dampingi Kemenko Polhukam Tinjau Abrasi Pulau Muntai0
- LAM Riau Dukung Pihak yang Polisikan Menteri Agama0
- Anjing Menggonggong, Petanda Ada Iblis Lewat0
- Kapolri : Tak Usah Takut, Patuhi Prokes dan Vaksin0
_Black11.png)









