- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
LAM Riau Gelar Majelis Sanksi Adat PGI

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Persatuan Golf Indonesia (PGI) Riau dijatuhi sanksi adat oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau karena membiarkan biduan seksi berjoget erotis di acara penutupan Golf Turnamen Gubernur Cup XXX. PGI Riau dipaksa membuat kenduri adat dengan memotong seekor kerbau.
Senarai kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak Kamis hingga Sabtu malam (1-3/9/2022) itu menunjukkan ketegasan LAM Riau dalam menerapkan sanksi kepada sesiapa yang dinilai telah berbuat salah mencoreng nilai-nilai adat Melayu di bumi Lancang Kuning.
Bertempat di Balai Adat Melayu Riau, pengurus LAM Riau gelar Majelis Sanksi Adat kepada PGI Riau, Sabtu (3/9/2022).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Datuk Seri Setia Amanah H Syamsuar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zein, Ketua Majelis Kerapatan Adat Datuk Seri H R Marjohan Yusuf, Ketua Harian LAM Riau Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil, seluruh pengurus LAM Riau, Forkopimda, dan beberapa pengurus LAM Kabupaten seperti Kampar dan Pelalawan.
Ketua Harian LAM Riau, H Taufik Ikram Jamil dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan atas keinginan LAM tapi memang harus dijalani sebagai rasa tanggungjawab.
'Kegiatan Ini tergolong langka. Makanya kita berharap kejadian seperti tidak lagi terulang Tidak ada diantara kita yang mau melakukan kesalahan. Tapi ketika kesalahan itu diakui, maka momentum ini harus kita jadikan arena untuk introspeksi," ucap Taufik.
Usai elu-eluan yang disampaikan Datuk Taufik Ikram, acara dilanjutkan dengan prosesi sanksi adat yang dipimpin oleh Sekretaris LAM Riau, Datuk Junaidi Dasar. Prosesi pertama, pembacaan warkah Sanksi adat ditandai dengan pemukulan gong. Dilanjutkan dengan prosesi kedua yakni musyawarah adat bersama pengurus PGI Riau.
Sementara, Datuk Seri Setia Amanah H Syamsuar diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zen dalam elu-eluannya menyampaikan sambutan tertulis gubernur Riau.
"Dengan kejadian ini diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk berpikir sebelum bertindak. Semoga kejadian seperti ini tidak lagi terulang," harapnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Seri H R Marjohan Yusuf menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pengurus LAM Riau dan pengurus PGI Riau yang akomodatif mau hadiri undangan ini.
"Mengacu kepada alur dan patutnya, telah diberikan sanksi adat kepada PGI Riau. Dengan begitu, Bersih segala yang keruh, hilang lah arang di kening. Karena majelis sanksi adat digelar untuk menghapus kesalahan yang diperbuat," ucap Marjohan.
Acara sanksi adat untuk PGI Riau ini disudahi dengan makan bejambau seluruh undangan. (*)
Berita Terkait :
- Puja Ibrahim Meminta Kapolres Memangil KIC Supaya kak Ice Jangan Menjebarkan HOX0
- Caleg Tidak Terpilih , H. Suhendri Disomasi 4 Tahun Lebih Tidak Bayar Hutang0
- Layanan Pelaporan Jalan Rusak, Gubri Luncurkan Aplikasi SIJARI MANTAP0
- Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Gubri Launching Aplikasi SIPANTAS0
- Diskominfotik Riau Rapat Evaluasi Bersama Penasihat Ahli Gubernur Bidang Informasi dan Komunikasi0
_Black11.png)









