- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Langkah Mudah Agar Tanaman Hias Sering Berbunga

Ilustrasi. Beberapa cara mudah agar tanaman hias sering berbunga (foto: Kompas.com)
Vokalonline.com- Dilansir dari CNN Indonesia -- Memiliki tanaman hias senantiasa memberikan tampilan yang asri dan segar. Tanaman hias juga berfungsi untuk mempercantik rumah dengan meletakkannya sebagai dekorasi di ruangan, teras, atau halaman.
Cobalah untuk memilih tanaman hias yang sesuai dengan desain rumah Anda. Ada banyak tanaman hias yang bisa Anda pertimbangkan, mulai dari tanaman hias berukuran kecil hingga sedang, dari yang berbunga hingga yang berdaun saja. Jika Anda menyukai jenis tanaman hias yang berbunga, tentu memerlukan perhatian ekstra. Sebab, tanaman hias itu daya tariknya terletak pada bunganya yang mekar dan rimbun.Agar tanaman hias sering berbunga sesuai yang diinginkan, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba sebagaimana dikutip dari buku Galeri Tanaman Hias Bunga.
1. Media Tanam
Kebutuhan media tanam untuk masing-masing tanaman hias akan berbeda. Harus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing tanaman hias. Namun, secara umum media tanam harus cukup mengandung unsur hara, tidak terlalu padat, aerasi baik, bersifat porous, mampu menahan pertumbuhan akar, serta tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
2. Penyiraman
Semua tanaman hias secara alami membutuhkan air untuk hidup dan tumbuh. Namun, perlu diingat bahwa setiap tanaman hias membutuhkan penyiraman dengan frekuensi dan kadar air yang berbeda-beda pula.
Bila terdapat 2 tanaman hias yang sama, tapi satu ditanam di dalam pot, sedangkan yang lain ditanam langsung di tanah, maka kebutuhan air dan frekuensi penyiramannya berbeda. Tanaman yang ditanam dalam pot akan membutuhkan frekuensi penyiraman yang lebih sering dibandingkan bila tumbuh langsung di tanah. Namun, kuantitas atau kadar air yang diberikan justru lebih sedikit.
Penyiraman secara teratur, tidak berarti harus menyiram tanaman sebanyak 2 hari sekali atau sehari sekali. Acuan dalam penyiraman teratur, yaitu upaya agar kondisi tanah tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah. Untuk mengetahui waktu penyiraman tanaman yang tepat dapat lakukan dengan melihat tingkat kelembapan media tanam dengan cara memasukkan jari tangan pada media tanam, lalu rasakan tekstur tanah. Bila tanah terasa kering, maka harus segera diberi air.
3. Pemupukan
Secara umum, pupuk yang sebaiknya berikan adalah yang mengandung unsur makro dan mikro. Pada saat masih muda, sebaiknya tanaman hias diberikan pupuk dengan kandungan nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seimbang. Namun, setelah dewasa dan memasuki waktu berbunga, sebaiknya tanaman hias diberikan pupuk dengan kandungan P dan K yang tinggi untuk merangsang terbentuknya bunga.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Kehadiran gulma pada tanaman hias bunga dapat menghambat penyerapan unsur hara. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pengendalian gulma untuk mencegah gangguan hama dan penyakit pada tanaman hias.Penggunaan media non tanah merupakan solusi yang dapat dipilih karena dapat mengurangi tumbuhnya gulma pada tanaman yang ditanam dalam pot. Selain itu, Anda dapat melakukan pengendalian secara kimiawi dengan cara memperhatikan gejala serangan hama atau penyakit, kemudian menentukan jenis pestisida yang tepat apabila tanaman yang dimiliki berjumlah banyak.
5. Pemangkasan
Pada tanaman hias bunga, pemangkasan dilakukan untuk dua tujuan, yaitu pembentukan tajuk dan pembungaan. Dengan pemangkasan yang teratur, diharapkan bentuk tajuk menjadi lebih kompak dan dapat dibentuk sesuai selera. Tidak ada aturan yang baku dalam pemangkasan ini. Namun, sebaiknya pemangkasan dilakukan pada cabang yang bertumpuk, berimpitan, atau bersilangan.
Jika dibiarkan, cabang-cabang ini akan membuat bentuk tanaman hias menjadi kurang indah. Selain tampilan menjadi kurang menarik, cabang yang demikian juga berpotensi sebagai tempat bersarangnya serangga. Sementara, untuk tujuan pembungaan, pemangkasan biasanya dilakukan pada akar tanaman hias bunga yang ditanam di dalam pot atau wadah. Akar yang sudah tua dan berwarna hitam kecokelatan, bisa Anda pangkas untuk menumbuhkan akar-akar muda.
(agn)
Berita Terkait :
- Hindari Jenis Makanan ini Bagi Penderita Bipolar0
- Bintang Film G30S/PKI Wawan Wanisar Meninggal Dunia0
- Keluarga Merespons Rumor Ayus Akan Menikahi Nissa Sabyan0
- George R.R. Martin Perpanjang Kerja Sama dengan HBO0
- Masyarakat RTH Rohul minta Camat Ari Gunadi jadi Kadis Pariwisata 0
_Black11.png)









