- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Massa Buruh Sempat Ricuh Usai MK Tolak Gugatan Formil Perppu Ciptaker

Ilustrasi demo buruh menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Senin (2/10).
Jakarta, VokalOnline.Com - Massa dari sejumlah elemen organisasi buruh ricuh dalam aksi mengawal putusan Mahkamah Konsitusi (MK) terkait UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (2/10).
Pantauan CNNIndonesia.com, kericuhan terjadi antara massa Partai Buruh pimpinan Said Iqbal dengan massa Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Jumhur Hidayat.
Awalnya, massa buruh dari KSPSI Jumhur tiba di lokasi sekira pukul 15.30 WIB. Massa KSPSI Jumhur ini langsung menggelar orasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja serta membawa sejumlah atribut yang bertulis 'Jokowi Mundur'.
Di bagian depan barisan ada massa dari Partai Buruh, tepatnya mereka berkumpul di Jalan Merdeka Barat, dekat beton pembatas jalan.
Awalnya, dua elemen massa ini menggelar aksinya masing-masing. Namun sekira pukul 16.45 WIB, massa aksi Partai Buruh yakni Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) atau Garda Metal terlibat pelemparan dengan KSPSI Jumhur.
Dari saling lempar, massa juga saling dorong. Tak lama terdengar di atas mobil Komando KSPSI yang berupaya meredam ketegangan.
"Kepentingan kita sama, cipta kerja," kata orator dari mobil komando KSPSI.
Sementara, dari atas mobil komando Partai Buruh terdengar, "Kita tunggu koordinasinya".
Pimpinan dari Garda Metal lantas menaiki mobil komando KSPSI dan meminta agar kedua belah pihak berhenti. Walhasil, massa aksi dari keduanya dapat diredam.
Sebagai informasi, KSPSI terbagi dua, yakni Pimpinan Andi Gani Nena Wea dan Pimpinan Jumhur Hidayat.
KSPSI Andi Gani masuk dalam barisan aksi bersama Partai Buruh. Sementara, KSPSI Jumhur tidak termasuk.(fit)**
Berita Terkait :
- MK Tolak Gugatan 15 Serikat Pekerja soal Perppu Ciptaker0
- ISESS Kritik Polri Tebang Pilih Tindak Artis Kasus Promo Judi Online0
- BNPB Bantah Asap Karhutla Indonesia Sudah Sampai Negara Tetangga0
- Teguh Santosa: Di Periode Kedua, Erick akan Bawa MES Melambung Lebih Tinggi0
- Ledakan di Dekat Parlemen Turki, Disebut Aksi Teroris0
_Black11.png)









