Medilog Institute Dan Nelayan Unjukrasa ke Kantor DPRD Rohil
Buntut Dari Kelangkaan Solar

Publisher Vol/Ridwan Safri Daerah
01 Apr 2022, 08:54:54 WIB
Medilog Institute Dan Nelayan Unjukrasa ke Kantor DPRD Rohil

Rohil, VokalOnline.Com - Sebanyak 150 orang Mahasiswa dari berbagai elemen dan nelayan, Kamis (31/3/2022) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Rohil di Komplek Perkantoran Batu Enam Bagan Punak.

Elemen masyarakat nelayan tersebut kecewa karena akibat kelangkaan BBM jenis bio solar membuat mereka tidak dapat ke laut karena tidak bisa membeli BBM tersebut.

Medilog Institute memilih berunjukrasa menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat sesuai UUD 1945 Pasal 28 dan UU Nomor : 9 Pasal 18 Tahun 1998.

Aksi tersebut dimulai sejak Jam 13.00 WIB sampai selesai, dimana kelompok massa membawa alat, mobil komando, bendera, alat pengeras suara dan dirigen.

Kedatangan massa yang dipimpin Koorlap I Riyan Sugito, Koorlap II Ridho Hidayat, Jenderal lapangan Ramdani Darma dan Koordinator Umum Abu Nawas disambut dan diterima Maston, Ketua DPRD Rohil.

Di bawah terik matahari dan pengamanan kepolisian dan Satpol PP, Maston menyambut baik aspirasi pengunjuk rasa yang disampaikan secara bergantian.

"Insyaallah Selasa 5 April PD Sarana Pembangunan atau Pengelola SPBU Batu Empat Rohil ini kita panggil dan dengar pendapat. Saran, informasi dan masukan dari adik-adik kami akan adakan pertemuan. Kami akan memanggil pihak SPBU," terang Maston.

Pengunjukrasa menyampaikan keluhan mereka tidak dapat menangkap ikan ke laut bukan karena cuaca namun sulitnya membeli bio solar. "Diduga ada kartel, ada praktek sasaran dan subsidi yang tidak tepat untuk nelayan serta adanya permainan kotor. Bukan rahasia lagi, lihat lansung prakteknya," pinta puluhan nelayan gagal melaut ini dengan suara lantang.

Reporter media ini mengupayakan konfirmasi dengan Kasmir Dahlan Direktur SPBU PD Sarana Pembangunan melalui handpone dan WatshAp. Direktur akan memberikan sedikit waktu sebagai sandaran berita.

Namun hingga Kamis (31/3/2022) malam media ini menerima jawaban melalui WatshAp dari Kasmir Dahlan. "Maaf tak bisa jumpa tadi, karena tamu terlalu banyak. Terakhir yang demo perwakilannya datang ke SPBU untuk komunikasi. Terkait aksi yang dilakukan adik dan tadi, itu adalah hak mereka yang dilindungi oleh undang undang dan itu sah," kata Kasmir .

Terkait dengan adanya praktik budaya, Kasmir mengatakan, saat ini pihak manajemen belum pernah menerima laporan terkait hal tersebut. Adapun terkait harga, dalam kondisi keterbatasan BBM ini, tidak menutup kemungkinan ada transaksi yang terjadi diluar SPBU yang harganya melebihi harga normal.

Direktur SPBU PD Sarana Pembangunan mengatakan tetap melakukan pengiriman kepada semua pihak termasuk nelayan sesuai dengan Perpres no 191 tahun 2014, SE Gubernur dan SK BPH Migas.

" Untuk Nelayan dengan memperhatikan Rekomendasi yang dikeluarkan oleh OPD terkait yaitu Dinas perikanan Rohil. Sampai hari ini kami telah menerima 455 Lembar Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas perikanan. Pasokan Bio Solar yang diterima oleh SPBU PD SPR untuk bulan Maret 644 Kilo liter, dan rata rata perhari 20,1 KL. Kami berharap dengan permintaan tinggi jenis BBM bio solar baik untuk nelayan maupun untuk kendaraan umum, di bulan April ini ada penambahan kuota,"terangnya. (Yan)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment