- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Rumbai Timur Pekanbaru Riau
menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban secara syar'i

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Ahad (18/6/2023) di Masjid Paripurna Al- Ikhlas Jalan Pembinaan Kelurahan Lembah Sari.
Pelatihan yang diikuti hampir seratus peserta ini berjalan lancar dan sukses, dengan bimbingan tim juru sembelih halal (Juleha) dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaleha Riau dan didukung penuh oleh MUI Kota Pekanbaru.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini, sebelum mempraktekkan cara penyembelihan hewan, juga diisi dengan pemaparan materi memotong hewan secara syar'i oleh narasumber pelatihan, yakni Ketua Umum MUI Pekanbaru Prof H.Akbarizan dan Ketua MUI Rumbai Timur Ustadz Salahuddin Al Ayyubi, yang sekaligus ketua panitia pelatihan.
Dalam pemaparannya, Akbarizan menyampaikan tatacara penyembelihan hewan menurut Islam diantaranya berniat dan membaca bismillah, takbir dan bersolawat nabi. "Karena itu penyembelih atau tukang jagal hewan mestilah seorang muslim," katanya.
Dijelaskan Prof. Akbarizan, memotong hewan kurban ini harus menggunakan pisau yang benar-benar tajam sehingga dengan sekali tarikan, langsung memutus hulqum dan mari' atau memutus urat nafas hewan. "Dengan begitu hewan tidak terzalimi," katanya seraya menyampaikan hewan yang disembelih mesti menghadap arah kiblat.
Mantan Dekan Fakultas Syariah UIN Suska Riau juga berpesan kepada seluruh peserta agar memperhatikan praktek pemotongan yang diperagakan Tim Jaleha, agar saat pelaksaan kurban nanti, tidak ada lagi kesalahan dalam pemotongan hewan ataupun kekeliruan dalam tatacara pembagian hewan kurban.
Sementara itu, ketua panitia pelatihan Salahudin Al Ayubi mengatakan pelatihan pemotongan hewan secara syar'i ini bertujuan menjawab seluruh persoalan yang menjadi tanya bagi pengurus masjid ataupun mushalla dalam pelaksanaan ibadah kurban. 'Kita mungkin sama mengetahui banyaknya pertanyaan dan masalah yang selalu muncul ditengah masyarakat. Nah, dengan pelatihan ini pengurus masjid ataupun mushalla bisa mengetahui bagiamana cara memotong yang benar," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Salahuddin juga mengatakan animo masyarakat cukup tinggi dalam mengikuti pelatihan ini. "Semula kita targetkan 60 peserta, ternyata diluar dugaan hadir 90 orang peserta pelatihan dari berbagai masjid dan mushalla se- Rumbai Timur," ungkapnya seraya mengatakan dalam pelatihan tersebut, panitia dari MUI Kecamatan Rumbai Timur mendatangkan 2 orang Tim Jaleha dari DPW Riau yakni Surya Ananda dan Ahmad Jaiz.
Kedepannya, lanjut Salahuddin, kegiatan pelatihan seperti yang dilakukan hari ini, akan dilaksankan secara berkala oleh MUI Rumbai Timur. "Masyarakat sangat antusias dengan pelatihan dan diskusi serta tanya-jawab seperti ini. Tentu akan menjadi perhatian kita untuk membuat kegiatan serupa," pungkasnya. rls
Berita Terkait :
- Relawan PP Jangkar, Komunikasi Anak Bangsa, Dukung Total GP Presiden RI 2024 Relawan DPP Jangkar0
- APTISI Riau Desak Pemprov Anggarkan Beasiswa untuk Dosen0
- Ada Berita Hoax Menyoal PT SWP, Marlius: Pemda Inhu Sudah Bantu Tuntutan 16 KK 0
- PWI Pelalawan Diundang Ramaikan HUT Bhayangkara ke 77 Polres Pelalawan0
- Pemukulan Gong dan Pelepasan Ratusan Merpati Tandai Louncing Polisi RW di Pelalawan0
_Black11.png)









