- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Menhub Klaim Jepang, Korea, dan Inggris Akan Investasi di Proyek MRT

VokalOnline.Com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan investor dari Jepang, Korea Selatan, dan Inggris akan berinvestasi dalam pembangunan MRT Jakarta.
Menurutnya, investasi itu akan disahkan di sela-sela KTT G20. Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta akan menjadi perwakilan Indonesia dalam penandatanganan kerja sama tersebut.
"Yang membanggakan adalah investornya tak hanya Jepang, tetapi Korea dan Inggris akan masuk sebagai konsorsium yang memberikan allowance. Kami rencanakan pada G20 akan ada signing," kata Budi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/11).
Budi telah melaporkan rencana rute empat fase MRT Jakarta. Fase pertama menghubungkan Lebak Bulus hingga Kota Tua.
Fase kedua akan menghubungkan Kota Tua ke Ancol. MRT Fase ketiga akan memiliki rute membalah dari sisi timur ke sisi barat Jakarta. Adapun tahap empat akan menghubungkan Fatmawati ke Taman Mini.
Budi menyampaikan MRT Jakarta menjadi bagian penting dari pembangunan transportasi massal perkotaan Indonesia. Menurutnya, berbagai transportasi massal di Jakarta akan menjadi percontohan untuk daerah lainnya.
"Dalam catatan bahwa kerugian secara akumulatif apabila angkutan massal tidak dilakukan, paling tidak terdapat kerugian Rp100 triliun dalam massa satu tahun. Oleh karana itu, cukup beralasan untuk dilakukan intensifikasi angkutan massal di semua kota," ucap Budi.
Sebelumnya, Budi menawarkan proyek transportasi massal di Indonesia ke investor dari sejumlah negara. Salah satu proyek yang ditawarkan Budi adalah MRT Jakarta.
Pada acara ASEAN di 28th ASEAN Transport Minister Meeting di Bali, Budi menawarkan proyek fase keempat MRT Jakarta ke Korea Selatan. Proyek perkeretaapian yang ditawarkan mencakup MRT Jakarta Fase 4, pengembangan LRT Jakarta, dan pengembangan LRT Bali.
"Kami sangat berharap Korea Selatan dapat berpartisipasi dalam pengembangan MRT Jakarta Fase 4 dan mengulang kerja sama baik yang pernah terjalin sebelumnya pada pengembangan LRT Jakarta fase pertama," ucap Budi seperti dilansir Antara, Selasa (18/10).**Syafira
Berita Terkait :
- Kabar XL Axiata PHK Karyawan Dibantah Manajemen0
- Bappebti Respons soal Kripto Diatur OJK dalam RUU PPSK0
- Jokowi Tetapkan Sanur Jadi Kawasan Ekonomi Khusus0
- KSPI Tidak Benar Ada PHK 45 Ribu Buruh Tekstil0
- Yuan Merosot Terus Menerus, Bank Sentral China Klaim Masih Stabil0
_Black11.png)









