- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Nelayan Rohil Keluhkan Minimnya Tangkapan Ikan, Ini Sebabnya?

Salah seorang nelayan di Rokan Hilir ketika berdialog dengan Kapolda Riau Irjen Agung Setya. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Nelayan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, mengeluh minim tangkapan ikan meskipun sudah berhari-hari melaut. Hal ini membuat Kepala Polda Riau prihatin dan mengerahkan dua kapal patroli ke wilayah yang berbatasan dengan Malaysia itu.
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, kapal itu berasal dari Kota Dumai dan Pekanbaru. Dengan sistem bawah komando operasi (BKO) kapal ini bakal berusaha menjaga kapal asing tak masuk ke perairan Indonesia.
Sebelumnya, Agung sempat berdialog dengan sejumlah nelayan. Dari sana, Agung tahu penyebab minimnya tangkapan nelayan di daerah yang pernah menempati tangkapan ikan terbesar di Indonesia itu.
Kepada Agung, seorang nelayan menyebut minimnya tangkapan karena konflik di laut. Sejumlah kapal nelayan dari provinsi lain masuk ke sana membawa alat penangkapan yang dilarang.
"Kami kesulitan Bapak Kapolda, karena kapal dari daerah lain datang menggunakan alat-alat yang dilarang, seperti pukat harimau mini," keluh seorang nelayan kepada Agung.
Nelayan tadi menjelaskan, pukat harimau bisa merusak ekosistem perairan di Bagansiapiapi. Ujung-ujungnya, nelayan di sana kesulitan mendapatkan ikan.
"Belum lagi kapal-kapal besar dan canggih dari Malaysia," kata salah satu nelayan kepada Kapolda Riau.
Menanggapi keluhan ini, Agung berjanji akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk membahas banyaknya kapal dari daerah lain masuk ke Rokan Hilir. Khususnya kapal canggih yang membawa pukat harimau.
"Dua kapal dari Dumai dan Pekanbaru sudah dikerahkan ke sini agar persoalan ini selesai," tegas Agung didampingi Kapolres Rokan Hilir Ajun Komisaris Besar Nurhadi Ismanto.
Dengan pengerahan dua kapal itu, Agung berharap pengawasan di wilayah perairan Bagansiapiapi dapat dilaksanakan lebih maksimal.
"Kemudian menjaga para nelayan dapat mencari ikan dengan rasa aman dan nyaman," ucap Agung. (syu)
Berita Terkait :
- Polda Riau Dorong Pemkab Inhil Ciptakan Kekebalan Kelompok0
- Polisi Tetapkan Anthony Hamzah Sebagai Tersangka0
- Rohil Mulai Pakai Aplikasi Bersama Selamatkan Riau0
- Jaksa Nyatakan Hendra Keken Masih Jadi Target0
- Terpidana Korupsi Syarifudin Bayar Uang Pengganti0
_Black11.png)









