- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Pemprov Riau Masuk Level Kemandirian Fiskal

Pekanbaru, VokalOnlune.Com - Kabar baik kembali diukir Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Melalui berbagai upaya, kini kondisi keuangan Pemprov Riau sudah masuk level kemandirian fiskal.
"Alhamdulillah, berdasarkan data struktur APBD Provinsi Riau dari 2019 s/d 2023, dapat dikatakan bahwa Pemprov Riau akan meningkatkan peningkatan PAD dan mengurangi penggunaan dana pada Dana Transfer Pusat," ucap Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di Pekanbaru, Rabu (09 /11/2022).
Sekedar info, kemandirian fiskal merupakan perbandingan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Dana Transfer dari Pemerintah Pusat.
Pada Tahun Anggaran 2019, APBD Provinsi Riau sebesar Rp9.421 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp5.813 T dan PAD sebesar Rp3.064 T.
Tahun Anggaran 2020, APBD Provinsi Riau sebesar Rp8,736 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp5.417 T dan PAD sebesar Rp3.316 T.
Tahun Anggaran 2021, APBD Provinsi Riau sebesar Rp9,183 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp5,116 T dan PAD sebesar Rp4,014 T.
Tahun Anggaran 2022, APBD Provinsi Riau sebesar Rp8.932 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp4.084 T dan PAD sebesar Rp4.839 T.
Pada Tahun Anggaran 2023, target APBD sebesar Rp9.178 T terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp3.764 T dan PAD sebesar Rp5.410 T.
Pada APBD TA 2022 dan target APBD TA 2023, tercatat PAD sudah lebih besar dari Dana Transfer. betapa indahnya Riau sudah masuk level kemandirian fiskal.
"Tahun 2022 telah membuktikan bahwa postur APBD telah dirancang kemandirian fiskal, dimana komposisi angka PAD lebih besar dibandingkan Dana Transfer Pusat, meskipun Riau sebagai daerah penghasil," ulas Gubri lagi.
Dengan demikian, Pemprov Riau secara pasti menuju derajat desentralisasi lebih baik sebagai bukti jajaran Pemprov Riau mampu melakukan tatakelola pemerintahan yang lebih baik (good governance).
"Salah satu tujuan otonomi daerah ya kemandirian fiskal. Daerah jangan tergantung terus dengan dana transfer dari pusat. Daerah harus mampu menggali dan meningkatkan PAD-nya sendiri," pungkas Gubri Syamsuar.
Berita Terkait :
- Keren! Produk UMKM Riau Unjuk Gigi di Negeri Paman Sam0
- Polres Pelalawan Ungkap Penemuan Mayat dan Pelaku Pembunuhan0
- Nur Amlis Oknum Konsultan Mintai Duit Jasa ke Kontraktor, Tahan Progres Sampai 3 Minggu Setelah PHO0
- Mendagri Apresiasi Kepemimpinan Gubri0
- Rahul Lantik DPC, PAC dan Ranting Gerindra Siak0
_Black11.png)









