- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Pengakuan Mahasiswa Unri Dilecehkan Dekan Fisip
Terjadi Saat Bimbingan Proposal Skripsi

Tangkapan layar pengakuan mahasiswi di Universitas Riau mendapatkan pelecehan seksual dari dosen. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Civitas akademika Universitas Riau gempar setelah seorang mahasiswi membuat pengakuan mendapat pelecehan seksual ketika bimbingan proposal skripsi. Video ini beredar luas melalui pesan Whatsapp setelah diunggah oleh akun Instagram @komahi_ur.
Dalam video berdurasi 13 menit 26 detik itu, mahasiswi tersebut mengaku mengambil jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018. Wajahnya memang tak jelas karena disamarkan oleh akun tersebut.
Video ini berjudul 'SEXUAL IN HI FISIP" tersebut. Akun instagram @komahi_ur mengunggah videonya pada Kamis siang, 4 November 2021.
Tak tanggung-tanggung, mahasiswi ini menyebut terduga pelaku pelecehan seksual merupakan seorang dekan inisial S. Belakangan diketahui menjabat dekan di Fisipol.
Dalam pengakuannya, mahasiswi ini mengaku mendapat pelecehan seksual terjadi pada Rabu, 27 Oktober 2021. Lokasinya berada di sebuah ruangan di kampus saat melakukan proposal bimbingan skripsi.
Sementara itu, S beberapa kali ditelepon tidak menjawab meskipun ada tanda panggilan masuk. Dua nomor teleponnya yang diperoleh wartawan tidak memberikan jawaban.
Begitu juga dengan upaya konfirmasi melalui pesan di Whatsapp. Pesan konfirmasi ke dua nomor Whatsapp tidak mendapatkan jawaban meskipun status S di layar telepon sedang online.
Kembali ke video, mengawali postingannya, akun @komahi_ur menuliskan narasi pengantarnya:
"Baru beberapa hari setelah Permendikbud nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi ditetapkan, salah seorang teman kami justru dilecehkan secara seksual. Kejadian ini membuat kami marah, geram dan harus mendampingi korban/penyintas, seorang Mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Fisip UNRI," tulis akun @komahi_ur.
Video ini, lanjutnya, berisikan pengakuan langsung dari korban, kronolgi Kejadian, identitas pelaku dan perlakuan yang diterima korbam pasca kejadian.
"Identitas dari korban harus kami rahasiakan demi kepentingan keamanan korban. Saat ini, korban masih merasa trauma secara mental dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak," sebut akun tersebut.
"Biarkan dunia menyaksikan dan mendengar, tindak pelecehan seksual di lingkungan kampus sangatlah Nyata !," sambungnya.
Pengakuan Korban
Mengawali pengakuannya korban mengaku perbuatan tak senonoh itu terjadi pada pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban menghadap dekan dalam rangka bimbingan proposal skripsi. Saat itu, hanya mereka berdua di ruangan.
Mengawali proses bimbingan, kata korban, dosen S malah bertanya bukan seputar proposal skripsi, namun terkait kehidupan pribadi (personal life). Justru, dalam proses bimbingan proposal itu, dosen mengucapkan 'i love you' kepada korban.
Saat hendak berpamitan usai bimbingan proposal, kata korban, dosen S mulai bertingkah aneh.
"Ketika saya ingin berpamitan, beliau langsung menggenggam kedua bahu saya, mendekatkan badannya kepada diri saya. Langsung beliau menggengam kepala saya dengan kedua tangannya. Setelah itu dia mencium pipi sebelah kiri saya dan mencium kening saya," kata korban.
"Saya sangat merasa ketakutan dan saya langsung menundukkan kepala saya. Namun bapak Syafri Harto segera mendongakkan kepala saya dan dia berkata 'Mana Bibir..? Mana Bibir..?', lanjut korban.
Kejadian itu, kata korban, membuat dirinya sangat terasa terhina dan terkejut. "Badan saya merasa ketakutan. Namun ketika saya mendorong dan dia mengatakan 'Ya udah kalau tidak mau," sambung korban.
Korban pun langsung buru-buru meninggalkan ruangan dekan dan meninggalkan kampus dengan keadaan yang sangat bergetar, ketakutan, sangat merasa dilecehkan.
Korban juga mengaku sudah mengadu ke beberapa dosen. Namun dirinya dilarang mengungkap ini ke publik dengan alasan dosen S akan digugat cerai oleh istrinya jika kasus ini jadi konsumsi publik. (syu)
Berita Terkait :
- Jaksa Agung Sorot Kekalahan Kejari Kuansing0
- Bahagianya Petani dan Anggota Kopsa-M Akhirnya Terima Gaji0
- Polres Kampar Hingga Kini Belum Tangkap Pelaku0
- Polda Riau Musnahkan 86 Kilogram Sabu0
- Aktivitas di PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa Dihentikan Sementara0
_Black11.png)









