- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Pengelola Panti Husnul Khatimah Akui Jual Beras Bantuan, Tapi...

Penghuni panti yang melapor ke Dinas Sosial Provinsi Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Dinas Sosial Provinsi Riau menerima laporan perlakuan tidak mengenakkan terhadap penghuni Panti Jompo Husnul Khatimah. Termasuk adanya penjualan bantuan seperti beras oleh pengelola panti milik pemerintah daerah itu.
Kepala Dinas Sosial Riau T Zul Efendi menyebut pengaduan penghuni panti ini menjadi informasi untuk bahan evaluasi. Jika memang benar adanya, dia menyebut akan memperbaiki.
"Namun tidak ada yang prinsip tapi tetap jadi bahan masukan," kata Zul kepada wartawan, Kamis siang, 3 Juni 2021.
Terkait adanya dugaan penjualan bantuan dari pihak luar, Zul menyebut itu sebagai masukan. Namun dia beralasan bantuan beras tidak bisa disimpan lama di gudang.
Apalagi selama ini, panti pemerintah sudah anggaran untuk makan dari daerah. Tak ayal penjualan bantuan dilakukan dan uangnya untuk operasional panti.
"Kan sudah ada APBD, secara teknis (bantuan dari pihak luar) itu tanggung jawab pengelola," jelas Zul.
Sementara itu, Kepala UPT Panti Jompo Husnul Khatimah, Hermon Zuhedi mengakui adanya penjualan beras bantuan. Hanya saja, uang hasil jualan tetap dibagikan kepada penghuni.
"Meskipun jumlahnya tidak banyak yang dibagikan (kepada penghuni)," kata Hermon.
Hermon menerangkan, penjualan beras memang ada tapi hasilnya digunakan untuk kepentingan yang tidak ada anggaran. Salah satunya membeli sarung tangan saat pandemi Covid-19.
"Kemudian sisa dibagikan ke nenek (penghuni) tapi jumlahnya tidak banyak," jelas Hermon.
Hermon membantah perlakuan tidak mengenakkan pengurus ke penghuni panti. Misalnya saja untuk pemberian pakaian bantuan dari donatur.
"Kami suruh mereka pilih, (pakaian) yang tidak terpakai baru diserahkan ke panti lain," kata Hermon.
Di sisi lain, Hermon menyebut penjualan bantuan juga digunakan untuk perbaikan musala. Pasalnya bangunan yang ada sudah tidak layak lagi sehingga hasil penjualan bantuan untuk perbaikan.
"Kalau anggaran untuk makan itu sudah ada di APBD, semuanya tercukupi," jelas Hermon. (syu)
Berita Terkait :
- Wali Kota Dumai Sambut Kunker Pangdam I/Bukit Barisan0
- Panti Husnul Khotimah Diduga Jual Bantuan Beras0
- Makin Berlarut, Kapan Gaji Guru MDA di Kampar Dibayar?0
- Kerumunan di Rumah Bupati Meranti Muhammad Adil, Bagaimana Proses Hukumnya?0
- Polsek Tampan Lockdown Tujuh Kelurahan Zona Merah Covid-190
_Black11.png)









