- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Penyesalan Deschamps Usai Kalah Dramatis di Final Piala Dunia 2022

Didier Deschamps menyesal gagal menyajikan comeback dramatis di Piala Dunia 2022.
Jakarta, VokalOnline.Com - Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps mengaku bahwa kekalahan dari Argentina di final Piala Dunia 2022 menghadirkan penyesalan mendalam. Deschamps menganggap bahwa Argentina menunjukkan dominasi penuh di 60 menit awal pertandingan. Hal itu membuat laga berjalan berat sebelah.Namun kemudian Prancis lewat Kylian Mbappe bisa bangkit di pengujung laga sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Laga terus berjalan imbang hingga Argentina akhirnya bisa menang lewat adu penalti."Pada 60 menit awal tidak ada pertarungan [yang seimbang]. Argentina menunjukkan kualitas, agresivitas dan kami tidak tampil cukup baik.""Namun terlepas dari itu, kami bisa membalikkan situasi dan hal itulah yang membuat kami merasa lebih menyesal. Saya merasa sedih untuk [perjuangan] para pemain, staf pelatih," kata Deschamps seperti dikutip dari La Nacion.Bagi Deschamps, kekalahan lewat adu penalti merupakan kekalahan menyesakkan yang sulit diterima. Terlebih Prancis punya beberapa kesempatan untuk berbalik unggul di saat extra time."Kami punya peluang yang bisa berati trofi Piala Dunia di menit akhir namun hal itu tak terwujud.""Bila kami kalah 0-3, situasi tentu akan berbeda. Saya akan mengatakan 'selamat' untuk Argentina," ucap Deschamps.Walaupun kalah di final Piala Dunia 2022, Deschamps mampu menunjukkan kehebatannya dalam pengamatan pertandingan. Ia berani menarik keluar Ousmane Dembele dan Olivier Giroud saat babak pertama belum usai.Antoine Griezmann yang gemilang di Piala Dunia 2022 pun ditarik keluar Deschamps ketika dirasa tidak bisa menjalankan peran dengan baik. Kehadiran sejumlah pemain pengganti seperti Randal Kolo Muani, Marcus Thuram, Kingsley Coman, dan Eduardo Camavinga justru membuat Prancis lebih hidup.Mbappe akhirnya bisa mencetak hattrick dan membawa laga ke adu penlati sebelum akhirnya Les Bleus kalah di babak tersebut. **Syafira
Berita Terkait :
- Kontroversi Jubah Bisht Messi Langgar Aturan FIFA0
- Macron ke Mbappe Cs: Sangat Sedih, tapi Kalian Buat Prancis Bangga 0
- 5 Jurus Qatar Sukses Kenalkan Budaya Islam Selama Piala Dunia 2022 0
- Siapa Emir Qatar Muslim Berpengaruh Dunia yang Beri Messi Jubah Bisht? 0
- Argentina ke Final, Perdebatan GOAT Messi vs Ronaldo Selesai? 0
_Black11.png)









