- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
PKS Soroti Minimnya Anggaran untuk IKM, Dorong Program Pendamping Nasional

JAKARTA, VokalOnline.Com - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Hendry Munief, menyampaikan keprihatinan atas rendahnya alokasi anggaran bagi sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), meski sektor ini menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Pernyataan itu disampaikannya saat diwawancarai di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta (8/7/2025), sebelum menghadiri rapat paripurna DPR RI. Hendry merujuk pada hasil Rapat Kerja Komisi VII bersama Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, yang menurutnya belum memberikan perhatian anggaran yang cukup terhadap sektor IKM.
“IKM dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Tapi alokasi anggarannya masih jauh dari ideal,” ujar Hendry dalam program PKS Legislative Report.
Untuk memperkuat sektor ini, Hendry mendorong pembentukan program pendamping IKM secara nasional—serupa dengan skema Pendamping PKH oleh Kementerian Sosial. Ia juga mengusulkan kolaborasi lebih intens antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan UKM.
“Pendamping IKM ini akan memperkuat ekosistem usaha kecil agar lebih produktif dan terarah,” jelasnya.
Usulan ini dinilai krusial untuk menunjang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029.
Selain IKM, Hendry juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif, khususnya dari kalangan muda. Ia mengajak komunitas kreatif dari 17 subsektor ekonomi kreatif untuk aktif menyampaikan aspirasi ke Komisi VII maupun Fraksi PKS.
“Kami percaya ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru. Ini bukan sekadar soal PDB, tapi tentang pemberdayaan anak muda dan transformasi ekonomi berbasis inovasi,” tegasnya.
Hendry menegaskan, Fraksi PKS akan terus mengawal kebijakan afirmatif dan alokasi anggaran yang berpihak pada pelaku IKM dan ekonomi kreatif, sebagai pilar utama ekonomi Indonesia di masa depan.
Berita Terkait :
_Black11.png)









