- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
PM Hungaria: Invasi Rusia Akan Buat Jutaan Warga Ukraina Mengungsi

Ukraina bersiap hadapi invasi Rusia. (REUTERS/GLEB GARANICH)
Jakarta, VokalOnline.Com - Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, memperingatkan invasi Rusia di Ukraina bakal membuat ratusan ribu pengungsi negara itu kabur ke negaranya, Sabtu (12/2).
"Jika terjadi perang, ratusan ribu, atau jutaan pengungsi akan datang dari Ukraina, dan bakal benar-benar mengubah lanskap politik dan ekonomi Hungaria," tutur Orban dalam pidato kenegaraan tahunannya, Sabtu (12/2), dikutip dari Reuters.
Orban juga mengungkapkan harapannya terkait perang di Ukraina. Ia berharap perang di wilayah itu masih bisa dihindari.
"Kepentingan Hungaria jelas, pertama-tama, perang harus dihindari," kata Orban lagi.Orban juga menunjukkan penolakan atas rencana Uni Eropa yang ingin menerapkan sanksi pada Rusia, mengingat Moskow telah menempatkan lebih dari 100 ribu pasukan di perbatasan Ukraina.
"Sanksi, kebijakan hukuman, ceramah, atau jenis arogansi lain dari negara-negara besar tidak dapat menjadi opsi (penyelesaian)," ucap Orban, dikutip dari Associated Press.
Sementara itu, Orban telah menjadi pemimpin Hungaria sejak 2010. Ia merupakan salah satu pemimpin yang ingin dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam pertemuannya dengan Putin pekan lalu, Orban menginginkan peningkatan pengiriman gas dari Rusia ke negaranya. Ia juga memuji peningkatan kerja sama yang terjalin antara Budapest dan Moskow di bidang energi, perdagangan dan keamanan.
Sejak Rusia mencaplok Semenanjung Crimea di 2014, Hungaria di bawah kepemimpinan Orban terus konsisten menolak penyetaraan sanksi atas Rusia.
Hungaria juga pernah melarang pertemuan tingkat menteri antara Ukraina dan NATO terkait masalah hukum berbahasa Ukraina. Budapest menilai hukum ini melanggar hak etnis minoritas Hungaria yang ada di Ukraina.
Selain itu, Hungaria menolak menerima bantuan militer dari NATO dan Amerika Serikat, mengingat keduanya menempatkan pasukan mereka di beberapa negara Eropa Timur sebagai respons atas penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.
Orban menilai kekuatan militer domestik Hungaria cukup untuk mempertahankan negara itu.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- AS Tarik Pasukan dari Ukraina saat Ancaman Invasi Rusia0
- Presiden Jokowi Terima Kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis0
- Senegal Juara Piala Afrika 20210
- Rusia Kirim Jet yang Bisa Bawa Nuklir ke Belarus, Ukraina Kian Tegang0
- Penipu Tampan Berkedok Crazy Rich Israel di The Tinder Swindler 0
_Black11.png)









