- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Polisi China Tangkap 2 Pedemo yang Tuntut Xi Jinping Mundur

VokalOnline.Com - Polisi China menangkap dua orang saat demo tolak lockdown imbas Covid-19 dan menuntut Presiden Xi Jinping mundur di Shanghai pada Senin (28/11).
Jurnalis AFP menjadi saksi penangkapan tersebut. Salah satu orang kemudian dibawa pergi dari lokasi demo di Jalan Wulumuqi yang merupakan Urumqi dalam bahasa mandarin.
"Karena dia tak mematuhi aturan kami," kata salah satu polisi kepada AFP, saat ditanya soal penangkapan itu.
Selain itu, polisi terlihat menarik orang ke samping dan memerintahkan agar mereka menghapus foto dari ponselnya.
Polisi Shanghai tak menanggapi saat ditanya berulang kali soal berapa banyak orang yang ditahan
Di Urumqi demonstrasi menolak lockdown berujung ricuh pada Minggu (27/11). Ketika itu, polisi terlibat bentrok dengan peserta aksi.
Di Minggu malam, beberapa orang juga ditahan. Selain itu, banyak saksi melihat orang-orang dibawa pergi saat protes sebelumnya.
Pihak berwenang sempat menutup jalan usai demo ricuh. Namun, saat pagi hari, mereka membuka kembali. Selain itu, jumlah personel polisi juga sudah berkurang.
Demo di Urumqi bermula ketika warga protes atas kematian 10 orang imbas kebakaran di Ibu Kota Provinsi, Xinjiang, pada Kamis pekan lalu.
Warga menilai banyak korban meninggal karena petugas telat tiba di lokasi karena terhambat lockdown yang terlalu ketat.
Sehari usai insiden itu, ratusan warga menggelar aksi protes di depan kantor pemerintahan Urumqi.
Berdasarkan video yang beredar, warga berkumpul menumpahkan amarah dengan meneriakkan slogan, "Cabut lockdown!"
Amarah warga pun menular ke beberapa kota lain di China, termasuk Shanghai.
Demo juga terjadi di kota-kota lain di China. Selain protes lockdown, mereka menuntut Presiden Xi Jinping mundur.**Syafira
Berita Terkait :
- Kenapa PM Malaysia Anwar Ibrahim Dihormati Warga RI0
- Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker0
- Keponakan Khamenei Ditangkap usai Sebut Rezim Iran Pembunuh Anak0
- Demo China Tuntut Xi Jinping Mundur hingga Suporter Piala Dunia Rusuh0
- Suporter Rusuh di Brussels Usai Belgia Kalah di Laga Piala Dunia0
_Black11.png)









