- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak

Jambret yang ditembak polisi (rambut kuning) saat dirawat di rumah sakit. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Sudah 16 kali Fernando beraksi di berbagai daerah di Pekanbaru. Namun aksi selanjutnya tidak bisa dilakukan lagi karena kakinya bersarang peluru personel Polsek Senapelan.
Fernando diduga pelaku jambret spesialis kalung emas. Rata-rata korbannya adalah emak-emak bersepeda motor yang memakai perhiasan ataupun membawa tas di jalanan.
Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya mengatakan Fernando ditangkap bersama rekannya Danil. Nama terakhir merupakan penadah hasil jambret pelaku di jalanan.
Tak seperti Danil, pelaku Fernando berusaha melawan petugas ketika akan ditangkap beberapa hari lalu. Dia nyaris lolos dari sergapan sehingga terpaksa ditembak petugas.
"Diberikan tindakan tindakan tegas terukur," kata Nandang, Rabu siang, 26 Mei 2021.
Nandang menyebut pelaku beraksi beberapa hari lalu di sebuah jalan di Pekanbaru. Saat itu, ada emak-emak menyeberang jalan memakai kalung emas.
Pelaku yang sudah mengintai korban langsung memepet pakai sepeda motor. Pelaku langsung menarik kalung sehingga korban sempat terjatuh karena berusaha melawan.
Akibat ulah pelaku ini korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Korban melapor ke Polsek Senapelan, di mana petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui keberadaan pelaku.
"Pengakuannya kepada petugas sudah beraksi di 16 lokasi di Pekanbaru," kata Nandang.
Dalam kasus ini, petugas menyita sebuah kalung emas dan sebuah sepeda motor yang dijadikan pelaku saat beraksi. (syu)
Berita Terkait :
- Berkah Waisak, Satu Napi di Riau Langsung Bebas Saat Terima Remisi0
- Polisi Tangkap Begal Sadis Terhadap Tukang Ojek0
- Riau Catat Kasus Kematian dan Konfirmasi Harian Covid-19 Tertinggi di Indonesia0
- Polisi di Riau Dilarang Libur Sebelum Jawab Tantangan Presiden Jokowi0
- Bupati Kampar Kunker ke Boyolali0
_Black11.png)









