Potongan 20 Persen, Pabrik BIR Riau Agri di Pengalihan Inhil "Rampok" Petani Sawit
Pabrik Terancam Digugat Petani

Publisher Vol/Zul Riau
03 Feb 2024, 19:46:41 WIB
Potongan 20 Persen, Pabrik BIR Riau Agri di Pengalihan Inhil "Rampok" Petani Sawit

Pabrik kelapa sawit PT BIR Riau Agri Pengalihan Kecamatan Keritang Inhil-Riau


Inhil, VokalOnline.Com - Keberadaan pabrik kelapa sawit diharapkan mampu membantu petani tempatan, dimana Tandan Buah Segar (TBS) dan brondolan milik petani bisa dihargai dengan layak. Namun, berbeda dengan pabrik sawit PT Bumi Inti Rezeki-Riau Agri (PT BIR Riau Agri) di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri hilir (Inhil)-Riau.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan Sabtu (3/2/2024) di lokasi pabrik BIR Riau Agri, sedikitnya ada puluhan suplayer brondolan milik pabrik BIR Riau Agri, namun harga brondolan tersebut berbeda beda antara suplayer satu dengan suplayer lainnya.

Yang sangat disesalkan masyarakat setempat adalah, keberadaan pabrik sawit PT BIR Riau Agri memberlakukan potongan harga 20 persen untuk masyarakat setempat, sehingga petani setempat merasa dirugikan dengan potongan penjualan brondolan sawit ke PT BIR Riau Agri 20 persen hilang dari jumlah tonase.

Seperti yang disampaikan Abdul Hamid masyarakat desa pengalihan, dirinya menilai ada pembodohan sistim jual beli buah sawit brondolan yang dilakukan oleh pabrik PT BIR Riau Agri pengalihan tersebut kepada petani tempatan.

"Pembangunan pabrik PT BIR Riau Agri didukung oleh petani setempat, sedangkan petani setempat saat jual brondolan diberlakukan potongan 20 persen dari tonase," ujar Hamid.

Potongan buah sawit brondolan 20 persen oleh pabrik PT BIR Riau Agri Pengalihan ujar Hamid, tidak masuk akal dan sama dengan "merampok" uang petani dengan cara transaksi jual beli brondolan. "Sebaiknya pabrik PT BIR Riau Agri ditutup saja," pinta Hamid.

Sementara itu, petani kelapa sawit di wilayah Desa Pengalihan hingga ke desa Sencalang khususnya khusunya petani sawit di wilayah seputaran pabrik kelapa sawit PT BIR Riau Agri, sudah memberikan kuasa kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indragiri, untuk melakukan gugatan atau tindakan hukum agar petani sawit tidak lagi dirugikan.

"Selain gugatan melawan hukum yang akan kita ajukan untuk membela petani, kita juga sedang membuat kajian kejahatan bidang ekonomi yang dilakukan oleh manajemen pabrik PT BIR Riau Agri," kata Direktur LBH Indragiri Rachma Maulana SH MH, penerima kuasa dari petani kelapa sawit Desa Pengalihan.

Perbandingan harga potongan penjualan buah brondol kelapa sawit lebih rendah jika menggunakan salah satu suplayer atas nama Cipta Palmindo Lestari (CPL), dimana Suplayer CPL tersebut memiliki pecahan yang banyak.

Dimana Suplayer CPL KLK milik Riski Sialoho bisa potongan 5 persen pembelian brondolan di pabrik PT BIR Riau Agri, kemudian ada juga suplayer CPL SIS, CPL YST. "Kenapa harga suplayer CPL rendah potongan berbeda dengan Suplayer lain," kata advokat alumni universitas bung Karno Jakarta ini.

Semantara itu, humas pabrik PT BIR Riau Agri, Josep Tarioran menjelaskan, dirinya tidak mengetahui alasan apa yang dipakai manajemen yang membuat potongan sampai 20 persen, namun berdasarkan informasi yang diketahui saat petani ribut di pabrik, pihak pabrik menjelaskan tentang sampel brondolan buah sawit yang bagus dan brondolan tidak bagus.

"Saya kurang ngerti soal potongan 20 persen dari nilai tonase, intinya memang ada 20 persen potongan, mereka ada yang pulang tidak jadi jual juga brondolan ke pabrik PT BIR Riau Agri juga ada, kemarin mobil petani dipalang depan pabrik, mereka tidak terima atas potongan persenan," jelas Josep Tarioran.

Ketika ditanyai soal, pembangunan atau keberadaan pabrik kelapa sawit PT BIR Riau Agri mendapat dukungan masyarakat petani kelapa sawit setempat, dan jika petani sawit dizolimi terus dengan potongan 20 persen dari nilai tonase, Josep terlihat enggan membahas lebih lanjut.

"Saya tidak bisa menyatakan terkait dukungan petani setempat tentang operasional pabrik PT BIR Riau Agri, kalau masyarakat mau dicabut atau tidak dukungan itu tidak bisa saya jawab," jelasnya. 

Sebagai gambaran, pabrik PT BIR Riau Agri Manager atas nama R FAJAR SIREGAR dan KTU atas nama Yopi Prayoga, memberlakukan pembelian brondolan buah sawit alasan dari daerah rawa potongan 20 persen dari jumlah tonase yang dibeli, angkutan bahkan buah brondolan sawit warga setempat mobilnya dibeklis, lokasi pabrik PT BIR Riau Agri di Parit Baru Dusun Baru Desa Pengalihan Kecamatan Keritan. **ramdana

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment