- Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Remaja: Dampak Jangka Panjang pada Otak dan Kesehatan Mental
- ASITA Riau Harap PLT Gubernur Riau Bisa Realisasikan Bandara Udara Baru di Riau
- Business Matching: Rakerda ASITA Riau Hadirkan Pengusaha Wisata Malaysia 2026
- Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran; Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domes
- Parisman Ihwan Resmi Buka Forki Riau Open Championship
- Peresmian Kantor SpektrumID.com: Langkah Baru PT Delif Mitra Sejahtera dalam Dunia Digital
- HUT ke-55 ASITA: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
- Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
- Bupati Asmar Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Kerukunan Sebagai Energi Pembangunan
- Polres Inhil Gelar Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 Dukung Swasembada Pangan
Publik Desak DPRD Inhil Tolak Rencana Pembelian Mobil Dinas Baru Bupati dan Wakil Bupati Inhil

Ilustrasi
INHIL, Vokalonline.com - Belum genap satu tahun, kinerja Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman dan Wakil Bupati Yuliantini justru menuai kecaman publik.
Rencana pembelian mobil dinas baru dan speedboad dinas baru yang nilai ditaksir mencapai miliaran rupiah memantik gelombang protes dari berbagai kalangan masyarakat Inhil.
Masyarakat menilai langkah ini mencederai upaya penghematan yang digalakkan pemerintah pusat, apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Ketua DPD INPEST Kabupaten Indragiri Hilir, Syahwani S.Kom, CLA, menyampaikan mendalami kebijakan tersebut. Aktivis yang sering mengulas kebijakan Pemerintah itu, menilai pembelian mobil dinas baru tidak mencerminkan prioritas pembangunan daerah.
“Ini tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Hal semacam ini sebaiknya dikurangi,” tegasnya.
“Kami menyayangkan keputusan itu, kami berharap DPRD dapat menyisir dan mencoret setiap mata anggaran, terutama dalam pembahasan APBD 2026 yang tidak berdampak langsung pada masyarakat,” sambungnya kembali.
Rencana pembelian mobil dinas baru dan speedboad dinas baru ini juga dinilai tidak sejalan dengan semangat penghematan yang tengah digalakkan pemerintah pusat.
Pembelian mobil dinas baru dan speedboad dinas baru ini juga memicu pertanyaan tentang prioritas pembangunan daerah. Apakah pemerintah daerah lebih mengutamakan kemewahan pejabat dibandingkan kebutuhan masyarakat?
Masyarakat Inhil berharap agar DPRD dapat menolak rencana pembelian mobil dinas baru dan speedboad dinas baru ini. Mereka juga berharap agar pemerintah daerah dapat lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat daripada kemewahan pejabat.
Invest Inhil juga menilai bahwa pembelian mobil dinas baru tidak mencerminkan prioritas pembangunan daerah. Dalam situasi ekonomi yang sulit seperti ini, masyarakat Inhil berharap agar pemerintah daerah dapat lebih bijak dalam mengelola anggaran daerah. Mereka tidak ingin melihat uang rakyat digunakan untuk kemewahan pejabat.
Untuk perimbangan berita memastikan hal ini, media telah mengkonfirmasi Sekda Inhil, H. Tantawi Jauhari selaku Ketua TAPD Inhil dan Iwan Taruna selaku Ketua Banggar DPRD Inhil terkait rencana Pengadaan mobil Dinas baru Bupati dan Wakil Bupati Inhil. Namun hingga berita ini diterbitkan baik itu Sekda Inhil maupun Ketua DPRD Inhil sama-sama belum memberikan jawaban.(*)
Berita Terkait :
_Black11.png)









