- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Rupiah Menguat ke Rp15.563 usai Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Vokalonline.com -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp15.563 per dolar AS pada Rabu (26/10) sore. Mata uang Garuda menguat 59 poin atau 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.596 per dolar AS
Mengikuti rupiah, mata uang di kawasan Asia lainnya juga kompak menguat. Yen Jepang menguat 0,61 persen, baht Thailand menguat 0,84 persen, peso Filipina menguat 0,59 persen, won Korea Selatan menguat 0,48 persen, dan yuan China menguat 1,31 persen.
Dolar Singapura juga menguat 0,72 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.
Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,69 persen, poundsterling Inggris menguat 1,06 persen, dan franc Swiss menguat 0,82 persen.
Lalu, dolar Australia menguat 1,49 persen, dan dolar Kanada menguat 0,62 persen
Analis DCFX Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah bersamaan dengan mata uang negara lain ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi AS yang cukup besar pada hari ini. Selain itu, kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang.**Syafira
Berita Terkait :
- Quartararo Siap Jadi Orang Gila di MotoGP Valencia 0
- AS Ketar-ketir Putin Bersiap Uji Coba Rudal Nuklir Rusia0
- Benfica Pembunuh Raksasa: Barcelona dan Juventus Jadi Korban0
- Rishi Sunak, Anak Imigran Tajir yang Ingin Batasi Pendatang ke Inggris0
- Asrafaber: Penolakan Bank Syariah Karena Alasan Politis0
_Black11.png)









