Shaany Collagen Drink, Yant Sorghum dan Edubox Raih Econovation 2021

Publisher Vol/Din Bisnis
17 Sep 2021, 23:11:02 WIB
Shaany Collagen Drink, Yant Sorghum dan Edubox Raih Econovation 2021

Suasana pengumuman pemenang Econovation 2021 yang digelar secara virtual, Jumat, 17 September 2021. (ist)


Tiga perintis bisnis terpilih menjadi institusi bisnis paling inovatif tahun 2021. Mereka adalah Shaany Collagen Drink, Yant Sorghum dan Edubox. Inovasi bisnis ini dirintis dari berbagai pelosok di Tanah Air. Penghargaan yang diberikan kepada mereka bernama Econovation 2021.

Tiga produk terbaik di atas bersama 12 institusi bisnis lainnya melalui serangkaian pendidikan dan kompetisi serta penilaian tim juri menjadi finalis Econovation 2021 dalam tiga fokus sektor, yakni ketahanan pangan, kesehatan berbasis komunitas dan solusi pendidikan.



Penghargaan telah diberikan pada Jumat, 17 September 2021, petang dalam satu acara yang digelar secara virtual. Ajang ini juga diikuti oleh kedua belas finalis lainnya yang di antaranya adalah Rumah Rempah Noni, Amorina, Timor Moringa, Markherb dan Defuture Farmer. Lalu, Remparempa, ALC Indonesia, Schfess, Culture Academy Indonesia dan Komerce. Masih ada lagi Yuvee dan Kooyla.

Panitia menyebutkan, penghargaan yang diberikan di antaranya berbentuk dukungan usaha pengembangan bisnis masing-masing. Karena itu, pada akhirnya diharapkan Econovation dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional, khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat.


Penyerahan penghargaan merupakan akhir rangkaian Econovation 2021. Dalam acara pengumuman penerima penghargaan pada Jumat pekan lalu itu hadir secara online Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, Chief Executif Officer (CEO) Yayasan EcoNusa Bustar Maitar dan pendiri RM Inkubasi Riri Muktamar.

Econovation 2021 diinisiasi Yayasan EcoNusa dan bermitra dengan RM Inkubasi sebagai pelaksana teknis. Ini merupakan kompetisi bisnis nasional yang pertama kali diadakan.


Teten Masduki dalam sambutannya memberikan selamat kepada para finalis dengan pencapaian yang sangat baik. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, untuk melahirkan bisnis yang inovatif dan melahirkan ide-ide yang bisa menjadi solusi untuk situasi saat ini dan juga pascapandemi Covid-19.


Ia juga menyatakan harapan agar kerja sama antarpihak terjalin lebih erat lagi untuk membangkitkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan ekonomi Indonesia.

Sementara Bustar Maitar menyatakan kebanggaannya karena kompetisi bisnis Econovation 2021 ini tidak hanya melahirkan banyak wirausaha muda yang kreatif dan inovatif, tapi para peserta juga tetap memikirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.


“Semua peserta dan finalis merupakan inovator hebat serta memiliki potensi yang luar biasa untuk kebangkitan ekonomi Indonesia. Dari kegiatan ini kita bisa belajar bahwa kaum muda jika diberikan kesempatan dan ruang, bisa memberikan dampak besar bagi negara ini,“ ujar Bustar.

Lalu, Riri Muktamar menyampaikan, “Perjalanan wirausaha adalah perjalanan seumur hidup. Kepada seluruh peserta Econovation 2021, terlepas dari menang dan kalah dalam proses kompetisi ini, fokuslah pada hal-hal baik yang bisa teman-teman dapatkan dari kompetisi ini.”



Tiga Inovator

Tentang Shaany Collagen Drink, ini merupakan inovator pada kategori ketahanan pangan. Shaany bergerak di bidang pengolahan limbah sisik ikan yang diproduksi menjadi produk kolagen. Saat ini, Shaany sedang fokus mengembangkan minuman kolagen yang dipadukan dengan ekstrak buah.

Dalam proses produksinya, Shaany memberdayakan petani lokal dan ibu rumah tangga yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Econovation ini atmosfernya bukan sekadar kompetisi, tapi lebih pada ajang kolaborasi, membangun networking (jejaring, red) yang lebih luas, dan menjadi tempat inkubasi yang pas untuk bisnis. Saya berharap melalui Econovation 2021 ini, Shanny Collagen Drink makin dikenal masyarakat luas dan bisnisnya bisa berkembang sehingga para petani lokal dan ibu rumah tangga yang kami berdayakan juga bisa lebih sejahtera.” ujar Siti Nur Seha dari Shanny Collagen Drink.

Inovator terbaik lain dari kategori ketahanan pangan adalah Yant Sorghum. Ia merupakan usaha pengembangan dan pengelolaan tanaman sorghum yang menggunakan konsep korporasi petani. Model bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.


Yant Sorghum berharap dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian dan meningkatkan nilai tawar produk di pasar. Mereka membina dan bermitra dengan 200 petani sorghum dan menggarap 50 hektare lahan pertanian. Yant Sorgum menghadirkan produk-produk nutrisi sehat untuk keluarga Indonesia.

Sementara, Edubox merupakan inovator pada kategori solusi edukasi. Edubox mengembangkan solusi untuk sekolah yang berada di daerah minim internet. Dengan Edubox, guru dan siswa bisa belajar tanpa internet.

Guru bisa mengunggah materi belajar dan penilaian di Edubox dan siswa bisa mengaksesnya tanpa internet. Hal ini sangat bermanfaat di masa pandemi ketika ada banyak siswa tidak bisa mendapatkan pembelajaran jarak jauh karena keterbatasan akses internet.

“Mengikuti Econovation tidak berasa seperti sebuah kompetisi. Di sini saya bertemu keluarga baru. Keluarga yang saling mendukung, saling berbagi dan siap berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi,” kata Danang Rahadi dari Edubox.


Terus terang tidak menyangka akan hasil ini, karena bisnis teman-teman peserta banyak yang lebih keren. Terima kasih atas kepercayaannya. Ini adalah pelecut semangat bagi kami untuk bisa berbenah dan berusaha lebih baik lagi demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.”

Dalam acara puncak Econovation 2021, juga diumumkan peraih penghargaan hiburan dengan 12 kategori. Yakni, berdasarkan desain kemasan, keberlanjutan bisnis, perkembangan dan kemajuan bisnis, dampak bisnis bagi masyarakat, adaptasi teknologi dalam bisnis, riset dan pengembangan dalam bisnis, inovasi produk serta inklusivitas produk dan lini bisnis.


Proses Kompetisi

Sejak dibuka pendaftaran Econovation pada 16 April 2021, sebanyak 241 institusi antusias mendaftarkan diri mengikuti kompetisi. Lalu pada akhirnya, terpilih 15 finalis yang meliputi delapan finalis bidang ketahanan pangan, lima finalis solusi pendidikan dan 2 finalis kesehatan berbasis komunitas.


Kelima belas finalis tersebut berkesempatan mendapatkan mentoring dari para praktisi bisnis serta dipertemukan dengan investor potensial untuk pengembangan ide bisnis yang berlangsung secara daring pada 13-15 September 2021.

“Yayasan EcoNusa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, mitra pelaksana, mitra lokal, serta kepada seluruh peserta yang mendaftar pada Econovation 2021 atas dukungan, kerja sama baik dan partisipasinya. Semoga kegiatan Econovation ini bisa berlanjut di masa depan sehingga lebih banyak lagi inovator muda yang bisa bertemu, bertukar ide, menjadi ekosistem baru dan saling membantu serta membangun kekuatan bersama untuk membangkitkan ekonomi Indonesia,” pungkas Bustar. (din, rls)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment