- GANNAS Jabar Dukung Wacana Pelarangan Vape Demi Lindungi Generasi Muda
- Hendry Munief Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
- Panen Raya Jagung 2026, Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan
- Pelaku Pencurian di Tempuling Dibekuk Polisi
- Hasil Lengkap PEKOPI 2026 Pekanbaru: Daftar Juara dan Perolehan Medali Terbaru
- 110 CJH Meranti Ikuti Bimbingan Manasik Haji
- Soft Opening Kampus Baru STIKes Tengku Maharatu, Karmila Sari Dorong Peningkatan SDM Kesehatan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan
- Kasus Pencurian di Tembilahan Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap Polres Inhil
- Polsek Kemuning Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pemuda Diamankan dengan Barang Bukti Sabu
Suku Sungai Jirak Talang Mamak Rayakan 16 Tahun Halaman Silat, Datuk Marwan MR Hadiri Undangan Adat

Inhu - Suku Sungai Jirak Talang Mamak menggelar perayaan Hari Jadi Halaman Silat ke-16 di Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Minggu malam (5/4/2026) nuasa kebudayaan talang mamak terlihat kental dalam suasana tersebut.
Kegiatan adat penuh khidmat tersebut turut dihadiri tokoh adat Melayu Kabupaten Inhu, Datuk Marwan MR, yang memenuhi undangan langsung dari Batin Suku Sungai Jirak, Bangka dan Zulpen Zuhri dari menejer oprasional PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri sebagai mitra kerja PT Agrinas Palma Nusantara.
Acara berlangsung dalam suasana kental nuansa tradisi Talang Mamak. Hadir mendampingi Batin Sungai Jirak di antaranya tangan kanan Batin yang menjabat Manti, Pungai atau akrab disapa Bapak Sigem, serta tangan kiri Batin yakni Katuha atau utusan adat, Bapak Okoh.
Tokoh adat Melayu Kabupaten Inhu, Datuk Marwan MR, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta kesempatan mendengar langsung sejarah dan perjalanan panjang Suku Sungai Jirak Talang Mamak.
Datuk Marwan menegaskan, berbagai aspirasi dan cerita adat yang disampaikan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian adat dan kebudayaan.
"Terima kasih atas undangan ini. Kebetulan saya juga berada di Dewan Pendidikan yang fokus pada penguatan adat dan kebudayaan di Kabupaten Inhu. Cerita dan harapan masyarakat Talang Mamak ini akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah," ujar Marwan MR yang juga pernah menjabat sebagai Dewan Pengurus Harian LAMR Kabupaten Inhu.
Halaman Silat Pangean milik Batin Sungai Jirak diketahui aktif sejak 10 Oktober 2010 dan kini telah berusia 16 tahun.
Keberlangsungan tradisi tersebut dinilai sebagai bentuk nyata pertahanan budaya adat Talang Mamak di wilayah Rakit Kulim.
Batin Sungai Jirak, Bangka, menegaskan bahwa silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan bagian penting dari identitas adat.
Kami menjaga tradisi dan adat kami. Dalam adat Talang Mamak, pernikahan dianggap belum sah secara adat jika tidak ada penampilan silat. Bahkan mempelai laki-laki wajib menguasai silat Pangean," ungkap Batin Model.
Lebih lanjut, Batin Bangka yang akrab disapa Batin Model menjelaskan bahwa wilayah Talang Mamak dalam Suku Enam Balai memiliki 19 batin dan patih yang masih menjaga tatanan adat hingga saat ini.
Menurutnya, masyarakat Talang Mamak di Rakit Kulim juga berhasil mempertahankan kawasan hutan alami seluas sekitar 71 hektare sebagai hutan adat. "Kami masih mampu menjaga hutan alami Talang Mamak seluas kurang lebih 71 hektare," kata Batin Model.
Batin Model merinci kawasan hutan adat tersebut terdiri dari hutan Suku Sungai Jirak seluas 24 hektare, hutan Tanah Tuha di Sungai Tunu seluas 6 hektare, kawasan hutan Danau Tujuh seluas 15 hektare, serta hutan Suku Ampang Delapan seluas 26 hektare.
"Kalau ada kekeliruan dalam penyebutan luasnya, saya mohon maaf. Namun itulah hutan adat yang hingga kini masih kami jaga bersama," tambahnya.
Batin Model juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Datuk Marwan MR dalam perayaan adat tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan perayaan Halaman Silat Suku Sungai Jirak dilaksanakan selama dua hari berturut-turut sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Talang Mamak tetap konsisten menjaga identitas budaya, adat istiadat, serta kelestarian hutan adat di tengah perubahan zaman. **Vol/Ram
Berita Terkait :
- Kampar Satu-satunya Kabupaten yang Menjadi Pilot Project TP2DD 0
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
_Black11.png)









