- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Sumberdaya Manusia Yang Lemah Akan Membuat Sumber Daya Alam Binasa

Kondisi Banjir di Inhil
INHIL, VokalOnline.com - Banjir pasang yang kembali melanda Kota Tembilahan setiap tahun bukan lagi sekadar persoalan alam, melainkan cermin buruknya tata kelola lingkungan. Saat curah hujan tinggi, hampir seluruh wilayah kota terendam. Namun yang paling disesalkan masyarakat adalah kondisi pasca banjir yang seolah luput dari perhatian pemerintah.
Ketika air surut, yang tertinggal bukan hanya lumpur dan sampah, tetapi juga kekecewaan warga terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Lingkungan dibiarkan kotor, bau menyengat merebak, sementara masyarakat dipaksa membersihkan wilayahnya sendiri tanpa dukungan maksimal dari pemerintah.
Pertanyaan pun mengemuka: di mana DLHK saat saluran air dan drainase tersumbat lumpur dan sampah? Pembersihan yang dilakukan selama ini kerap bersifat setengah hati dan tidak menyentuh akar persoalan. Ironisnya, DLHK baru terlihat aktif ketika sorotan publik atau kamera hadir. Setelah itu, kembali sunyi.
Minimnya langkah pemulihan pasca banjir — mulai dari pembersihan sedimen, normalisasi drainase, hingga edukasi darurat — menunjukkan kegagalan pengelolaan lingkungan yang dibiarkan berlarut-larut. Padahal, lingkungan kotor pasca banjir adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kami menegaskan, banjir bukan semata bencana alam, tetapi juga akibat kelalaian tata kelola. DLHK tidak bisa terus berlindung di balik alasan cuaca ekstrem atau keterbatasan anggaran. Jika persoalan kebersihan pasca banjir saja tak mampu ditangani cepat dan serius, maka publik berhak mempertanyakan kapasitas dan komitmen institusi ini.
Penulis:
Andi Taufik Hidayat
Berita Terkait :
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- Heboh Beruang Masuk Desa di Siak, Sempat Melintasi Pasar0
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
_Black11.png)









