- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini

Gubernur Riau Syamsuar. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Covid-19 di Riau tidak hanya tertinggi soal kematian tapi juga pemuncak kasus konfirmasi paling banyak di Pulau Sumatra. Bumi Lancang Kuning per 19 April 2021 mencatat 39103 kasus konfirmasi Covid-19 melampaui 9 provinsi lainnya.
Lonjakan kasus Covid-19 di Riau terjadi sejak awal April 2021 atau beberapa bulan setelah vaksinasi dilakukan. Beberapa pasien terkonfirmasi juga merupakan warga yang telah disuntikkan vaksin Sinovac.
Hanya saja, Gubernur Riau Syamsuar membantah kasus konfirmasi paling banyak dari orang penerima vaksin. Dia menyebut lonjakan ini dari kluster keluarga karena lebih memilih isolasi mandiri di rumah.
"Isolasi mandiri di rumah, akhirnya keluarga lain kena juga," kata Syamsuar di Pekanbaru.
Syamsuar menghimbau agar warga terkonfirmasi diisolasi di fasilitas milik pemerintah. Dengan demikian lebih terpantau dan obat yang diberikan terjamin.
Di sisi lain, Syamsuar meminta tracing kontak pasien terkonfirmasi lebih diperbanyak. Untuk satu kasus agar dilakukan 15 pelacakan dan tes deteksi Covid-19.
Selanjutnya, setiap Puskesmas diminta tersedia alat rapid anti gen. Masyarakat yang hasilnya reaktif dilakukan swab sehingga deteksi Covid-19 lebih cepat.
"Kemudian bagi yang demam hasil non reaktif, lakukan swab juga," kata Syamsuar.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Riau dr Indra Yovi menyebut lonjakan kasus baru disebabkan euforia vaksin. Masyarakat merasa vaksin memberikan kekebalan hingga 100 persen.
"Misalnya gini, orang tua sudah divaksin, kemudian anaknya langsung ngajak jalan karena sudah merasa orang tuanya aman, akhirnya kena," kata Yovi.
Yovi menyatakan, vaksin Sinovac yang saat digunakan di Indonesia hanya memberikan imunitas 65 persen lebih. Artinya masih ada 34 persen lebih peluang terkena jika tidak menerapkan protokol kesehatan.
"Tapi yang banyak terkonfirmasi saat ini bukan orang yang divaksin," tegas Yovi.
Yovi menyebut lonjakan saat ini karena mulai kendornya protokol kesehatan. Rumah ibadah mulai tidak menjarakkan jamaah, rumah makan menyediakan buka bersama dan pasar Ramadan tanpa protokol kesehatan.
"Begitu juga dengan kafe, bisa lihat sendirilah saat ini," ucap Yovi. (syu)
Berita Terkait :
- Ada Bagi-bagi Uang di Warung Kopi Sebelum Pencoblosan0
- Bawaslu Proses Laporan PPS Rohul Sebarkan Foto Pasangan Calon Untu PSU0
- Ratusan Polisi Jaga Ketat Pemungutan Suara Ulang di Rohul dan Inhu0
- Wali Kota Dumai Jawab Pandangan Fraksi DPRD Terkait LKPJ 20200
- Syamsuar Kesal Ada Ustaz Sebut Covid-19 Rekayasa Yahudi0
_Black11.png)









