Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini

Publisher Vol/Syu Kesehatan
20 Apr 2021, 14:32:30 WIB
Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini

Gubernur Riau Syamsuar. IST


PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Covid-19 di Riau tidak hanya tertinggi soal kematian tapi juga pemuncak kasus konfirmasi paling banyak di Pulau Sumatra. Bumi Lancang Kuning per 19 April 2021 mencatat 39103 kasus konfirmasi Covid-19 melampaui 9 provinsi lainnya.

Lonjakan kasus Covid-19 di Riau terjadi sejak awal April 2021 atau beberapa bulan setelah vaksinasi dilakukan. Beberapa pasien terkonfirmasi juga merupakan warga yang telah disuntikkan vaksin Sinovac.

Hanya saja, Gubernur Riau Syamsuar membantah kasus konfirmasi paling banyak dari orang penerima vaksin. Dia menyebut lonjakan ini dari kluster keluarga karena lebih memilih isolasi mandiri di rumah.

"Isolasi mandiri di rumah, akhirnya keluarga lain kena juga," kata Syamsuar di Pekanbaru.

Syamsuar menghimbau agar warga terkonfirmasi diisolasi di fasilitas milik pemerintah. Dengan demikian lebih terpantau dan obat yang diberikan terjamin.

Di sisi lain, Syamsuar meminta tracing kontak pasien terkonfirmasi lebih diperbanyak. Untuk satu kasus agar dilakukan 15 pelacakan dan tes deteksi Covid-19.

Selanjutnya, setiap Puskesmas diminta tersedia alat rapid anti gen. Masyarakat yang hasilnya reaktif dilakukan swab sehingga deteksi Covid-19 lebih cepat.

"Kemudian bagi yang demam hasil non reaktif, lakukan swab juga," kata Syamsuar.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Riau dr Indra Yovi menyebut lonjakan kasus baru disebabkan euforia vaksin. Masyarakat merasa vaksin memberikan kekebalan hingga 100 persen.

"Misalnya gini, orang tua sudah divaksin, kemudian anaknya langsung ngajak jalan karena sudah merasa orang tuanya aman, akhirnya kena," kata Yovi.

Yovi menyatakan, vaksin Sinovac yang saat digunakan di Indonesia hanya memberikan imunitas 65 persen lebih. Artinya masih ada 34 persen lebih peluang terkena jika tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Tapi yang banyak terkonfirmasi saat ini bukan orang yang divaksin," tegas Yovi.

Yovi menyebut lonjakan saat ini karena mulai kendornya protokol kesehatan. Rumah ibadah mulai tidak menjarakkan jamaah, rumah makan menyediakan buka bersama dan pasar Ramadan tanpa protokol kesehatan.

"Begitu juga dengan kafe, bisa lihat sendirilah saat ini," ucap Yovi.  (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment