- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Tak Ada Lagi BUMD Yang Rugi

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Sejak kepemimpinan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, tidak ada lagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang merugi. Semua sudah untung dan bisa memberikan deviden.
Demikian ditegaskan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Riau, Jhon Armedi Pinem saat me-launching aplikasi Sistem Informasi BUMD Riau Menuju Riau Lebih Baik (Si Budi Baik), di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Kamis (3/11/22).
"Harus diakui semenjak kepemimpinan Pak Gubernur Syamsuar dan Pak Wagub Edy Natar Nasution, BUMD sudah mengalami peningkatan," ucap nya.
Ia mengungkapkan pada tahun buku 2019, contohnya PT Jamkrida, PT Pengembangan Investasi Riau (PT PIR) dan PT Permodalan Ekonomi Rakyat masih mengalami kerugian. Akan tetapi tahun-tahun berikutnya sudah mengalami peningkatan.
"Akan tetapi pada tahun 2020 sudah mengalami peningkatan, dan 2021 juga mengalami peningkatan. Sehingga kedepannya diharapakan lebih meningkat lagi," ulasnya.
Karo Ekonomi Riau itu mengungkapkan, peningkatan BUMD tersebut merupakan prestasi karena mengikuti arahan-arahan yang telah disampaikan Gubernur Riau Syamsuar kepada Biro Ekonomi dan BUMD di Riau.
Sementara Gubri Syamsuar menyebut bahwa kini Riau tidak sepenuhnya lagi tergantung kepada dana transfer Pemerintah Pusat.
Ini tentu saja kabar baik, sebagai bentuk keberhasilan otonomi di Negeri Lancang Kuning.
"Otonomi kan menginginkan kemandirian daerah. Alhamdulillah Riau makin hari makin baik. Keuangan kita sudah banyak di-support oleh PAD termasuk yang diberikan (deviden) oleh BUMD," ulasnya.
Kini, tegas Gubri, tidak ada lagi BUMD yang hanya "nyusu" ke APBD. "Kalau ada BUMD yang hidup dari APBD, anak TK pun bisa," kilahnya.
Ke depan, Gubri Syamsuar menginginkan pengembangan BUMD. Termasuk yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit menjadi minyak, perikanan dan lainnya.
Potensinya sangat besar, mengingat kekayaan SDA Riau yang melimpah ruah. "Saya berulang kali mengatakan bahwa Riau ini negeri yang penuh berkah. Tinggal kitanya mampu atau tidak memanfaatkan dan mensyukuri keberkahan yang diberikan Tuhan ini," pungkasnya.
Berita Terkait :
- TNI Bangun Tugu TMMD Ke-115 Kodim 0313/KPR0
- Pembanting Istri Hingga Tewas Minta Maaf0
- Asintel Kejati Narasumber Peningkatan Manajemen BUMDes0
- ODGJ Dibunuh Demi Asuransi0
- Disampaikan Di Paripurna RAPBD Riau 2023 Diusulkan Rp9,839 T0
_Black11.png)









