- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gubri Rapat Pengendalian Inflasi di Riau

Gubernur Riau Drs. H Syamsuar, MSi
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Presiden RI, Joko Widodo pada Kamis (29/9/22) kemarin mengumpulkan para menteri/pimpinan lembaga dan kepala daerah se Indonesia, agar melakukan upaya pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrem dan realisasi aksi afirmasi bangga buatan Indonesia.
Menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar langsung mengadakan rapat bersama Forkopimda Riau, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau, serta organisasi terkait lainnya. Berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Jumat (30/9/22).
Dalam rapat tersebut, Gubri menyampaikan bahwa arahan Presiden ini agar segera dilaksanakan di Provinsi Riau. Menurutnya, kerja sama semua pihak sangat diperlukan dalam upaya pengendalian inflasi daerah terkait bahan pangan dan transportasi barang di Provinsi Riau dan menangani permasalahan lainnya.
"Setelah mendapatkan arahan Presiden kita langsung menindaklanjuti pertemuan kemarin, sesuai arahan Presiden yang pertama dalam rangka untuk menghadapi kenaikan harga barang," ujarnya.
Gubri menerangkan, diketahui bahwa saat ini harga barang kebutuhan pokok sudah mulai naik, terutama beras.
Bahkan terangnya, informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, saat ini yang tinggi pengaruhnya terhadap inflasi di Riau adalah beras.
"Karena itulah beras ini perlu kita kendalikan harganya," ungkapnya.
Syamsuar menyebutkan, untuk mengantisipasi melonjaknya harga beras di Riau, ia meminta kepala dinas terkait termasuk Bulog agar bisa mengawasi adanya kelangkaan dan agar mengupayakan harganya tidak terlalu tinggi.
Menurutnya, supaya tidak terjadi kenaikan harga bahan pokok itu, Pemprov Riau bisa melakukan intervensi dengan dukungan dana transportasi dari pemerintah daerah sesuai dengan arahan Presiden.
"Ya kalau misalnya dari Sumbar di bawa ke sini (Riau) ongkos angkutnya berapa ditanggung pemerintah daerah, tapi kita harapkan beras dari Sumbar sampai di sini juga sama harganya seperti itu," ucapnya.
Mantan Bupati Siak ini menerangkan tadi juga mendapatkan masukan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda), adanya kebijakan dukungan dana transportasi ini agar dapat diberitahukan kepada para pedagang.
Sehingga pedagang bisa menjual beras dengan harga yang sama dan tentunya tidak terjadi lonjakan harga di masyarakat.
"Saya sampaikan ke kepala dinas kita agar mereka bekerja sama dengan kepala dinas di kota, agar ini betul-betul dalam kendali sehingga tidak terjadi kenaikan di luar kendali," lanjutnya.
"Penjelasan Bulog, masyarakat banyak mengonsumsi beras premium di Riau ini. Tapi yang disediakan Bulog itu medium. Bulog hanya bisa mengintervensi beras medium, makanya bisa dibantu transportasinya dari mana asal beras tersebut," tutupnya. **Vol
Berita Terkait :
- Gubri Kukuhkan Dandrem 031 WB dan Istri Jadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting0
- 14 Tahun Kerja, Perkebunan PT ASI di Inhil Berhentikan Karyawan Sepihak0
- Peduli Lingkungan, Astra Grup Lakukan Konsultasi Publik Tentang NKT di Inhu0
- Tengah Malam DPRD Gelar Paripurna Nota Keuangan DPRD Pekanbaru APBD Perubahan 2022 0
- Pimpin Gapki Riau, Lichwan Hartono Dinilai Mampu Gabungkan Tiga Entitas Sawit0
_Black11.png)









