Unand Gelar The First International Conference on Humanities
Libatkan Sejumlah Perguruan Tinggi Internasional

Publisher Vol/Syu Pendidikan
21 Nov 2023, 17:58:16 WIB
Unand Gelar The First International Conference on Humanities

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand) bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA dan P4H menggelar The First International Conference on Humanities, Arts and Social Sciences (ICHASS) 2023.

Kegiatan itu mengambil tema “The Role of Humanities in Strengthening National Identity.

Kegiatan ini menjadi tempat bagi peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi dan pembuat kebijakan untuk berdiskusi mengenai identitas nasional melalui berbagai bidang keilmuan termasuk sejarah, sastra, filosofi, seni, ilmu budaya dan lainnya.

Konferensi yang dilaksakan selama dua hari, 20-21 November 2023 dan bertempat di Hotel Truntum, Padang ini menghadirkan akademisi dari berbagai universitas di Indonesia dan negara lainnya di dunia, Filipina, London, Malaysia dan Belanda.

Sebagai Keynote Speakers, konferensi ini menghadirkan Prof Dr Helen Boholano dari Cebu Normal University Philippines dan Dr Soe Tjen Marching dari SOAS University of London.

Pembicara lain yang turut diundangan sebagai Invited Speakers dalam kegiatan di antaranya, Assoc Prof Ts Dr Rafeah Legino dari Universiti MARA Malaysia, Prof Dr Purnawan Basundoro MHum dari Universitas Airlangga, Prof Dr Afrizal MA dari Universitas Andalas, Prof Dr Setiadi MSi dari Universitas Gadjah Mada, Ahli Hassan MA dari Global Institute for Research Education and Scholarship Netherland dan Prof Dr Oktavianus MHum dari Universitas Andalas.

Identitas nasional mengacu pada rasa memiliki dan nilai-nilai bersama, budaya dan sejarah yang mengikat masyarakat suatu bangsa.

Identitas nasional menjadi persoalan yang penting untuk didiskusikan karena mempunyai dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara sehingga perlu dikaji dari berbagai keilmuan seperti humaniora, seni dan ilmu budaya.

Ilmu-ilmu tersebut juga berperan penting dalam kajian identitas nasional karena dapat memberikan wawasan mendalam mengenai aspek budaya, sejarah, sastra, bahsa dan filsafat dalam membentuk identitas suatu masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya peran ilmu-ilmu humaniora dalam melestarikan dan memperkuat identitas nasional dalam menghadapi tantangan-tantangan baru.

Tidak hanya itu, konferensi ini juga menjadi ajang bagi para akademisi di seluruh dunia untuk berkolaborasi, berdiskusi dan berbagi pengalaman yang diharapkan dapat memperkuat peranan ilmu budaya, seni dan ilmu sosial dalam memperkuat identitas nasional.***

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment