10 Tahun Kegemilangan Firdaus-Ayat Bangun Ibu Kota Provinsi Riau
HUT Kota Pekanbaru ke 237

Publisher Vol/Syu Advertorial
28 Jun 2021, 13:06:54 WIB
10 Tahun Kegemilangan Firdaus-Ayat Bangun Ibu Kota Provinsi Riau

Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus disaksikan Wakil Wali Kota Ayat Cahyadi beserta Forkopimda dan pejabat memotong tumbeng HUT Pekanbaru ke 237. IST


PEKANBARU (VOKALONLINE.COM)-Peringatan hari jadi Kota Pekanbaru ke -237 tahun, berlangsung secara virtual. Puncak kegiatan berlangsung di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (23/6).

Wali Kota Pekanbaru Firdaus memimpin langsung prosesi peringatan hari jadi Kota Pekanbaru secara virtual. Tamu yang hadir terbatas dan dihadiri forkopimda kota dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sedangkan lurah dan camat mengikutinya melalui zoom meeting di kantor masing-masing. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemutaran video terkait perjalanan dan pembangunan 10 tahun kepemimpinan Walikota Pekanbaru.

Kegiatan ini berlangsung secara sederhana. Puncak perayaan hari jadi ditandai dengan pemotongan tumpeng. Firdaus saat itu didampingi bersama unsur forkopimda menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Asisten II Setdako Pekanbaru, El Syabrina.

"Kegiatan perayaan hari jadi Kota Pekanbaru ini berlangsung secara virtual untuk menjaga protokol kesehatan secara ketat," kata Firdaus.

Ia mengungkapkan, ada sejumlah rangkaian kegiatan pada momen hari jadi Kota Pekanbaru. Seperti ajang kejuaraan panahan Piala Walikota Pekanbaru.

Kemudian lomba yang mengajak kawula muda berkreasi. Satu di antaranya lomba membuat twibbon Hari Jadi Kota Pekanbaru menambah semarak HUT di media sosial.

Panitia penyelenggara juga menggelar vaksinasi massal bagi 2.370 orang masyarakat di sekitar Kantor Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya. Ada juga penanaman pohon di areal perkantoran.

"Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat. Membangun daerah, pemerintah tidak bisa sendiri. Ini peranan bersama sama dunia usaha masyarakat dan pemerintah," ungkapnya.

Perayaan HUT tahun ini merupakan yang terakhir bagi Firdaus dan Ayat. Sebab tahun depan, keduanya sudah tidak lagi menjabat karena masanya sudah habis.

Dalam kesempatan itu, Firdaus-Ayat menceritakan 10 tahun memimpin Pekanbaru dengan ragam prestasi.



Selama menjabat, Firdaus-Ayat berbekal gagasan dan ide yang telah mengkristal menjadi sebuah visi berhasil memikat hati masyarakat dan menjadi pelayan utama masyarakat.

Pertama kali dilantik pada 26 Januari 2012, Firdaus Ayat mengusung visi dan misi terwujudnya Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani. Hal itu ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2012.

Tahun-tahun pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan sensing atau membuat potret Kota Pekanbaru secara menyeluruh dalam semua aspek. Ketika itu, didapatkanlah Potret Kota Pekanbaru tahun 2012 yang dikelompokkan dalam 5 (Lima) aspek, yaitu : Sosial Masyarakat, Ekonomi, Lingkungan, Agama dan Budaya serta Pemerintahan.

Untuk mewujudkan visi dan tujuan pembangunan tersebut, Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru melakukan lima strategi yang disebut dengan PANCA CITA yaitu :
Penataan dan pemanfaatan ruang yang efektif, efisien dan merata.

Kemudian penyediaan infrastruktur dasar JALITA, yaitu Jalan, Air bersih atau sanitasi, Listrik dan Telekomunikasi.



Selanjutnya pembangunan kota modern, melalui konsep smart city atau kota pintar, liveable city atau kota layak hidup, dan green city atau kota ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Berikutnya pembangunan kawasan perkotaan pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan).

Tahap awal untuk mencapai masyarakat madani dilakukan dengan perubahan cara berfikir dan berperilaku melalui revolusi mental, membangun masyarakat berakhlak mulia, berkarakter dan berkualitas.
 
“Masyarakat yang berkualitas adalah masyarakat dengan indikator sehat jasmani dan rohani, cerdas, berpendidikan, menguasai keterampilan dan teknologi, berdaya saing serta cinta kepada budaya dan bangsa," jelas Firdaus.

Melalui program pemberdayaan masyarakat, Firdaus dan Ayat Cahyadi telah berhasil meng-implementasikan berbagai program pembangunan berbasis wilayah dengan mengikutsertakan masyarakat tempatan.

Program ini merupakan inovasi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rumah Ibadah melalui program Masjid Paripurna.

Lima tahun memimpin Kota Pekanbaru, banyak keberhasilan yang telah dicapai dan dirasakan oleh masyarakat Kota Pekanbaru. Mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota metropolitan dengan masyarakat yang sejahtera terukur dengan Index Pembangunan Manusia atau IPM yang tertinggi di Provinsi Riau, serta menjadikan Kota Pekanbaru sebagai kota tujuan investasi terbaik di Indonesia.

Atas bukti keberhasilan yang telah dicapai semasa kepemimpinan Firdaus dan Ayat Cahyadi tersebut, masyarakat Kota Pekanbaru kembali mempercayakan Firdaus dan Ayat Cahyadi untuk memimpin Kota Pekanbaru 5 (lima) tahun kedepan setelah memenangkan Pilkada Kota Pekanbaru tahun 2017 dan dilantik pada tanggal 22 Mei 2017 untuk periode ke-2.

Pada periode kedua ini, Firdaus dan Ayat Cahyadi fokus pada perencanaan program-program pembangunan yang telah ditetapkan sebagai tuas penggerak prioritas pembangunan sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan lancar.

Maka ditetapkan 5 (lima) misi pembangunan jangka menengah Kota Pekanbaru tahun 2017 - 2022, yaitu :
Meningkatkan sumber daya manusia yang bertaqwa, mandiri, tangguh dan berdaya saing tinggi.

Kemudian mewujudkan pembangunan masyarakat Madani dalam lingkup masyarakat berbudaya Melayu. Lalu mewujudkan tata kelola kota cerdas dan penyediaan infrastruktur yang baik dan mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi padat modal dengan sektor unggulan yaitu jasa, perdagangan dan industri.

Mewujudkan lingkungan perkotaan yang layak huni atau Liveable City dan ramah lingkungan atau Green City
Pemerintahan yang melayani seluruh lapisan masyarakat dengan pelayanan yang lebih dekat, cepat, tepat, murah dan lebih baik.

Pekanbaru Smart City Madani adalah visi yang digagas oleh Walikota dan Wakil Walikota, Firdaus-Ayat
Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan 6 pilar sebagai indikator untuk mewujudkan konsep Smart City, yaitu Smart Government, Smart People, Smart Environtment, Smart Economy, Smart Mobility,  dan Smart Living.

Tujuannya meningkatkan iklim investasi baik nasional maupun internasional,  Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan inovasi dalam hal pelayanan publik, yaitu membangun Mal Pelayanan Publik (MPP).

Dengan menggabungkan berbagai jenis pelayanan yang terintegrasi, pada tahun 2020 terdapat 103 layanan instansi atau lembaga dan 88 layanan baik perizinan maupun non perizinan.

Penyederhanaan prosedur untuk memudahkan masyarakat dalam mendapat berbagai jenis pelayanan yang lengkap dan terbaik, menjadikan MPP Pekanbaru sebagai role model MPP Nasional dan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut mendapat predikat MPP dengan pelayanan prima.

Pelayanan di MPP Kota Pekanbaru semakin diperluas dengan hadirnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru yang diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Tjahjo Kumolo.

Terdapat 22 jenis layanan yang disediakan oleh Disdukcapil Kota Pekanbaru. Pada tahun 2021, Disdukcapil Kota Pekanbaru berhasil mendapat predikat pelayanan prima dengan nilai A dari KemenpanRB serta menghantarkan Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus meraih penghargaan sebagai pembina pelayanan terbaik tingkat nasional.

Masih banyak capaian Firdaus-Ayat selama memimpin dan karyanya itu bakal ditinggalkan untuk dinikmati masyarakat.***

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment