- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
2 Anggota TNI Kaltara Aniaya Junior hingga Tewas Jadi Tersangka

Jakarta, VokalOnline.Com - Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Tri Budi Utomo mengatakan dua anggota TNI yang diduga menganiaya juniornya, Prada MAP hingga tewas telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami sudah dan masih berlangsung proses hukum terhadap kedua tersangka," kata Budi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (16/11).
Namun, Tri tidak menjelaskan pasal yang dipakai untuk menjerat dua anggota TNI itu. Budi hanya bilang dalam waktu dekat berkas keduanya akan diserahkan ke Oditurat Militer.
"Penyidikan sudah dilakukan dan selanjutnya akan diserahkan ke Oditurat Militer," ujarnya.
Sebelumnya, anggota TNI Yonif 614/Raja Pandita, Prada MAP, tewas diduga setelah penganiayaan yang dilakukan dua seniornya yakni Pratu AH dan Pratu MF. Penganiayaan terjadi pada Sabtu (5/11).
"Yang dilakukan kedua pelaku menyuruh korban berendam di kolam, guling, dan adanya pemukulan. Sebagai akibat dari pukulan tersebut, Prada MAP tidak sadarkan diri," ujar Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Taufik Hanif beberapa waktu lalu.
Kejadian bermula ketika dua pelaku kesal karena Prada MAP keluar tanpa izin. Korban lantas dihukum dengan cara direndam dan dianiaya.
Korban yang tak sadarkan diri itu kemudian dievakuasi ke UGD RSUD Malinau. Prada MAP langsung ditangani oleh dokter.
Namun, nyawanya tak tertolong. Prada MAP dinyatakan meninggal dunia dengan analisis gagal pada pernapasan pada Sabtu 5 November.**syafira
Berita Terkait :
- G7-NATO Kutuk Serangan Biadab Rudal Rusia ke Ukraina saat KTT G200
- Roket SLS Artemis 1 NASA Terbang ke Angkasa Malam ini0
- Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan0
- Diperiksa Polisi, Dokter Harun Tak Jelaskan Gas Air Mata Kanjuruhan0
- Staf Ahli Bupati Buka kegiatan Pelatihan CTU0
_Black11.png)









