- Pemilik Akun Sasa Rasa Mak Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti
- FORKI Riau Lepas 11 Karateka ke Kejurnas Bandung, Targetkan Medali dari 11 Kelas
- Wako Dumai Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pentingnya Generasi Unggul
- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
350 Karateka Inkanas Pekanbaru Ujian Kenaikan Sabuk, Ketua Harian: Ada Peningkatan Kualitas

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Sekitar 350 karateka Perguruan Inkanas cabang Pekanbaru mengikuti ujian kenaikan sabuk (kyu), Minggu (11/8/2024) yang dipusatkan di dojo PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad. Ke-350 karateka itu berasal dari 14 dojo yang ada di Pekanbaru.

Team penguji dari pengurus daerah Inkanas Riau dan panitia ujian.
Ketua Harian Pengcab Inkanas Pekanbaru Efridel didampingi Ketua Panitia Pelaksana Ujian, Sempai Zalik Hamidi (III DAN), dan Sekretaris Umum pencab Indra Mukia (DAN III ) kepada media mengungkapkan ujian kenaikan tingkat kali ini diiikuti karateka mulai dari pemegang sabuk putih hingga coklat.
"Alhamdulillah, rata-rata semua dojo Inkanas yang ada di Pekanbaru mengikutsertakan murid-muridnya," ujar Efridel, pemegang IV-DAN Perguruan Inkanas tersebut.
Pelaksanaan ujian kenaikan sabuk dipimpin lima penguji yang berlangsung secara maraton sejak pagi hingga petang hari. Dalam ujian kyu tersebut, seluruh peserta lulus dan naik sabuk dari sabuk sebelumnya yang mereka miliki.
Menurut Efridel, dari pelaksanaan ujian kemarin, terlihat adanya peningkatan kualitas kemampuan peserta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain rata-rata sudah sering ambil bagian dalam kejuaraan, para karateka yang ikut ujian kenaikan sabuk tersebut juga terlihat memiliki fighting spirit yang tinggi.
"Hanya beberapa peserta saja yang kemampuannya terlihat kurang bagus dan belum maksimal. Hal itu rata-rata karena latihannya hanya seminggu sekali. Jadi kurang maksimal menyerap teori maupun teknik-teknik beladiri," terang Efridel. (**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









