- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
AS: Anggota KTT G20 Bakal Ramai-ramai Kecam Perang Rusia di Ukraina

VokalOnline.Com-- Amerika Serikat mengklaim bahwa banyak peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali akan ramai-ramai mengecam perang Rusia di Ukraina yang menimbulkan krisis global.
Seorang pejabat AS yang enggan diungkap identitasnya melontarkan klaim ini menjelang rangkaian KTT G20 di Bali pada hari ini, Selasa (15/11).
Dia menyebut para pemimpin negara sepakat bahwa perang Rusia merupakan akar dari penderitaan ekonomi yang dirasakan masyarakat global.
"Saya pikir Anda akan melihat sebagian besar anggota G20 menjelaskan bahwa mereka mengecam perang Rusia di Ukraina, bahwa mereka melihat perang Rusia di Ukraina sebagai akar sumber penderitaan ekonomi dan kemanusiaan yang sangat besar di dunia," katanya, seperti dikutip AFP.
Senada, Reuters melaporkan pejabat senior AS mengatakan bahwa Washington berharap anggota negara G20 mengecam invasi Rusia di Ukraina beserta dampaknya terhadap ekonomi global di akhir pertemuan nanti.
Ia melihat gelagat ini setelah sebagian besar negara kelompok tersebut berkumpul selama beberapa hari terakhir untuk membicarakan persoalan Ukraina.
Mereka pun sepakat bahwa perang kedua negara harus "dikecam dalam istilah sekuat mungkin." Meski begitu, dia tidak menjelaskan bentuk kecaman apa yang akan diberikan.
"Saya tidak akan mendahului negosiasi akhir, tapi G20 akan memperjelas bahwa perang Rusia mendatangkan malapetaka bagi orang di mana-mana dan bagi ekonomi global secara keseluruhan," kata pejabat itu.
Di sisi lain, dia juga berujar negara-negara G20 juga bakal membuat pengumuman mengenai inisiatif, termasuk terkait dana pandemi, reformasi bank pembangunan multilateral, serta ketahanan pangan dan energi.
Sejak awal, pengamat memang sudah memprediksi bahwa Rusia akan menjadi sorotan utama dalam KTT G20 kali ini.
Invasi Rusia di Ukraina dianggap membuat perekonomian global kian terpuruk pascapandemi Covid-19.
Para pakar memprediksi sorotan ini pula yang membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin, tak hadir langsung dalam KTT G20. Ia hanya diwakili Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.**Syafira
Berita Terkait :
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi0
- Xi Jinping Tiba di Bali Hari Ini, Bakal Ketemu Biden Jelang KTT G200
- Erdogan Murka Ledakan Tewaskan 6 Orang di Istanbul: Ada Bau Teror0
- Daftar 17 Kepala Negara yang Hadir KTT G20 di Bali0
_Black11.png)









